Ramai Isu Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah Mobile Banking, Bank Jatim Sampaikan Hasil Investigasi Awal

Dugaan kebocoran jutaan data nasabah Bank Jatim menjadi perbincangan luas setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut adanya data pelanggan mobile banking diperjualbelikan di forum dark web.

Informasi tersebut pertama kali ramai setelah akun @DailyDarkWeb di platform X mengunggah klaim mengenai keberadaan database yang diduga berasal dari layanan mobile banking Bank Jatim.

Dalam unggahan yang beredar pada 12 Juni 2026 itu disebutkan seorang pelaku kejahatan siber mengaku memiliki sekitar 5,7 juta rekaman data yang dikaitkan dengan nasabah Bank Jatim.

Sampel data yang ditampilkan disebut memuat berbagai informasi pribadi pelanggan. Di antaranya nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, nomor telepon, hingga sejumlah identitas lain yang diklaim berkaitan dengan aktivitas perbankan.

>>> Akun Instagram NU Online Diserbu Kritik Setelah Umumkan 1 Muharram 1448 H pada Malam Hari

Klaim Kebocoran Jadi Sorotan

Unggahan tersebut memicu perhatian publik karena jumlah data yang disebut mencapai jutaan rekaman. Selain itu, contoh struktur data yang ditampilkan diklaim berisi informasi demografis dan data pribadi pelanggan.

Hingga kini, belum ada bukti independen yang dapat memastikan keaslian maupun asal-usul data yang diperlihatkan dalam unggahan tersebut.

Bank Jatim Lakukan Pemeriksaan Internal

Menanggapi isu yang berkembang, Bank Jatim menyatakan telah bergerak cepat dengan melakukan penelusuran internal serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memverifikasi informasi yang beredar.

Dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan pada Senin, 15 Juni 2026, manajemen menyebut investigasi dilakukan terhadap sampel data yang dipublikasikan di forum dark web.

"Bank Jatim telah melakukan investigasi terhadap sampel data yang dipublikasikan pada forum dark web. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan hingga saat ini, Bank Jatim tidak menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem internal Bank Jatim," tulis manajemen dalam pernyataan resminya.

Pihak bank menegaskan proses investigasi masih terus berjalan guna memastikan seluruh informasi yang beredar dapat diverifikasi secara menyeluruh.