Rasa pegal, kaku pada leher, nyeri punggung, atau ketidaknyamanan pada sendi setelah berjam-jam berada di ruangan berpendingin udara (AC) umumnya bukan disebabkan langsung oleh AC.

Ketua dan ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan bahwa pendingin ruangan tidak menyebabkan radang sendi maupun kerusakan tulang secara langsung.

>>> BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pasca-Gempa 6,7 M di Palu

"AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang.

Namun, kebiasaan sedentari di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot," kata Mody.

Menurut dia, banyak orang menghabiskan waktu delapan hingga 10 jam di ruangan ber-AC dengan posisi duduk yang kurang baik.

Kondisi tersebut dapat memicu kekakuan otot, ketegangan tubuh, serta keluhan pada sendi.

Suhu dingin dapat menyebabkan otot menegang sementara, mengurangi fleksibilitas tubuh, dan memperlambat sirkulasi darah.

Efek ini biasanya lebih terasa pada orang yang telah memiliki masalah sendi atau nyeri kronis sebelumnya.

Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami keluhan tersebut antara lain penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, nyeri punggung bawah, maupun mereka yang memiliki riwayat cedera.

Lansia juga cenderung lebih sering mengeluhkan nyeri sendi saat berada di ruangan ber-AC karena massa otot yang berkurang, sirkulasi darah yang tidak sebaik saat muda, serta adanya kondisi degeneratif pada persendian.

>>> Polda Metro Amankan Remaja Terindikasi Narkoba saat Patroli di Bekasi

Meski demikian, Mody menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan AC dapat menyebabkan osteoporosis atau melemahkan tulang secara langsung.

Risiko yang lebih perlu diperhatikan adalah gaya hidup yang menyertai aktivitas di dalam ruangan, seperti kurang bergerak, minim paparan sinar matahari, dan kurang minum air.