Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak masyarakat yang mulai menyiapkan ucapan selamat. Namun, masih ada kebingungan mengenai penulisan yang tepat antara "Idul Fitri" atau "Idulfitri".

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menetapkan aturan penulisan yang benar.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2.508.192 per Gram

Menurut kaidah bahasa baku, penulisan yang tepat adalah "Idulfitri" yang ditulis serangkai tanpa spasi.

Bentuk serangkai ini disesuaikan dengan kaidah penyerapan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Istilah "Idulfitri" berasal dari kosakata Arab "ʿĪd al-Fiṭr" yang berarti hari raya berbuka puasa.

Proses penyerapan menyederhanakan penulisan menjadi satu kata tunggal. Hal ini sejalan dengan prinsip penulisan kata serapan yang diatur dalam KBBI.

Meskipun demikian, penulisan "Idul Fitri" yang dipisah masih sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, dan materi publikasi.

Kedua bentuk tersebut secara makna tetap merujuk pada hal yang sama.

>>> Promo Es Krim Indomaret 26 April 2026: Wall's Beli 2 Gratis 1

Penerapan dalam Konteks Resmi

Bentuk "Idulfitri" tetap menjadi pilihan yang dianjurkan jika mengacu pada standar bahasa Indonesia yang benar.

Penerapan bentuk baku ini sangat penting dalam penulisan resmi seperti surat, artikel, media massa, dan ucapan formal.

Ketepatan berbahasa mencerminkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contoh penulisan yang tepat adalah: "Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin."

Penggunaan bentuk tidak baku "Idul Fitri" masih dapat dimaklumi untuk konteks nonformal seperti media sosial atau obrolan santai.

>>> PSIS Semarang Resmi Rekrut Syahrian Abimanyu Usai Dilepas Persik Kediri

Namun, masyarakat tetap disarankan menggunakan bentuk serangkai demi konsistensi baku.