Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit yang dipicu pertumbuhan sel abnormal ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Selain faktor genetik, pola hidup dan jenis makanan sehari-hari berperan penting dalam memicu sel kanker.

>>> 8 Rekomendasi Film Terbaik Andy Lau dari Aksi hingga Drama

Beberapa riset mengungkapkan bahwa makanan yang digemari warga Indonesia justru menjadi 'makanan favorit' sel kanker karena kandungan akrilamida.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menjelaskan bahwa akrilamida adalah zat kimia yang terbentuk secara alami pada makanan kaya pati saat diproses dengan suhu tinggi di atas 120 derajat Celsius.

Zat ini diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia.

Berikut lima jenis makanan dengan kadar akrilamida tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

1. Gorengan

Camilan seperti bakwan, tempe goreng, keripik, dan kentang goreng menyimpan risiko besar. Akrilamida terbentuk ketika gula alami dalam bahan makanan bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi.

Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warna gorengan, kandungan zat karsinogennya semakin tinggi.

Kadar akrilamida dalam keripik kentang bisa mencapai 300 hingga lebih dari 2.000 µg/kg, sedangkan pada kentang goreng mencapai 200 hingga 700 µg/kg.

2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan

Biskuit dan kue kering pabrikan yang sering dijadikan teman minum teh atau kopi juga perlu diwaspadai.

Selain mengandung gula rafinasi dan bahan pengawet, camilan ini diproses lewat pemanggangan suhu tinggi.

Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit kemasan berkisar antara 160 hingga 1.000 µg/kg.

>>> Wardah DD Cream Light: Base Makeup Ringan dengan SPF 30 untuk Kulit Cerah