Pasar saham Indonesia kembali menarik minat investor asing pada awal pekan.

Hingga penutupan sesi pertama perdagangan Senin, 15 Juni 2026, tercatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp257,8 miliar.

>>> Ditjen Pajak Usulkan Pagu Indikatif Rp5,4 Triliun untuk Anggaran 2027

Data dari Phillip Sekuritas Indonesia hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan total pembelian asing mencapai Rp5,45 triliun.

Sementara itu, nilai penjualan tercatat sebesar Rp5,20 triliun.

Aliran dana asing terkonsentrasi pada emiten berkapitalisasi besar, terutama di sektor petrokimia dan perbankan.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu menjadi yang paling banyak diburu dengan net buy Rp286,9 miliar.

>>> Penjualan Mobil Hybrid Mei 2026 Turun, Toyota Veloz Masih Terlaris

Di sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy Rp257,86 miliar. Volume bersih pembelian BBCA mencapai 41,22 juta saham.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga diburu asing dengan volume bersih 55,96 juta saham. Emiten pertambangan dan energi terbarukan turut menjadi sasaran akumulasi bertahap.

Daftar Saham Net Buy Investor Asing Sesi I 15 Juni 2026

Berikut rincian nilai net buy beberapa emiten: TPIA Rp286,9 miliar, BBCA Rp257,86 miliar, emiten lain Rp245,44 miliar, Rp121,22 miliar, Rp42,49 miliar, Rp37,58 miliar, Rp34,3 miliar, dan Rp21,23 miliar.

>>> Koleksi Buku Best Seller Terbaru dari Berbagai Kategori di Gramedia

Volume transaksi saham TPIA mencapai 142,57 juta saham. Aksi borong asing ini menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental emiten nasional.