Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru yang bersifat non-tunai untuk masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

Langkah ini bertujuan menjaga daya beli domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

>>> KKHI Makkah Pulangkan 142 Jemaah Haji Sakit Lewat Program Tanazul

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa stimulus tersebut difokuskan bagi kelompok desil 4 ke bawah. Saat ini, regulasi terkait masih dalam tahap pematangan.

"Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan," ujar Airlangga.

Berbeda dengan program sebelumnya, stimulus kali ini tidak akan disalurkan melalui skema Bantuan Langsung Tunai (BLT). "BLT untuk yang bawah, tidak berbentuk cash," tegasnya.

Perlindungan Kelas Menengah dan Subsidi Energi

Selain stimulus, pemerintah juga memperkuat perlindungan bagi kelas menengah melalui pengaktifan kembali program magang kerja secara intensif mulai Juni 2026.

>>> Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Suzuki Burgman Street 125 EX

Kebijakan ini diambil untuk merespons dinamika geopolitik Timur Tengah yang memicu fluktuasi harga energi global.

Pemerintah memprediksi harga minyak dunia berpotensi turun hingga 83 dolar AS per barel. Meski demikian, otoritas terkait tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan fiskal.

"Semua ini baru selesai setelah ditandatangani, jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif," kata Airlangga.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah memastikan alokasi subsidi energi untuk Pertalite dan program biodiesel B50 tetap dipertahankan. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas nasional.

>>> Profil Nabila Zirus yang Jadi Sorotan Usai Isu Close Friend dengan Suami Orang lengkap: Umur, Agama dan IG

Bersamaan dengan stimulus domestik, pemerintah juga tengah menyusun undang-undang untuk pembentukan Indonesia Financial Center di Bali. Pusat keuangan ini diharapkan dapat meniru kesuksesan Dubai dan Singapura.