Sebanyak 142 jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan dipulangkan lebih awal ke Tanah Air pada musim haji 2026.

Pemulangan khusus ini difasilitasi oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melalui skema program Tanazul.

>>> Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Suzuki Burgman Street 125 EX

Program Tanazul merupakan mekanisme pemulangan khusus bagi jemaah haji yang mengalami masalah kesehatan.

Skema ini dirancang bagi jemaah yang tidak memungkinkan mengikuti jadwal kepulangan bersama kelompok terbang atau kloter asalnya.

Mekanisme ini menyasar dua kelompok jemaah.

Pertama adalah jemaah yang masih dirawat saat kloternya harus pulang.

Kedua merupakan jemaah dengan gangguan kesehatan tertentu yang kondisinya dinilai cukup stabil untuk terbang bersama kloter lain.

Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, Syougie, menjelaskan bahwa seluruh keputusan pemulangan didasarkan pada pertimbangan medis yang ketat.

"Keselamatan penerbangan menjadi faktor utama yang harus dipastikan sebelum seorang jemaah mendapatkan izin terbang," ujarnya.

Sistem perlindungan kesehatan ini dirancang agar perjalanan pulang berlangsung aman tanpa memperburuk kondisi pasien.

Meski banyak permohonan diajukan ke KKHI Makkah, tidak semua jemaah sakit otomatis disetujui mengikuti Tanazul.

Beberapa jemaah batal dipulangkan melalui program ini karena kondisi kesehatannya membaik sehingga bisa kembali bersama kloter asal.

Tim dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai riwayat penyakit, hasil perawatan, dan risiko penerbangan jarak jauh.

Penilaian medis dilakukan secara spesifik oleh dokter ahli.

Pasien penyakit jantung diperiksa oleh dokter spesialis jantung, sedangkan pasien pasca-stroke dievaluasi oleh dokter saraf.

Keberangkatan akan ditunda jika pasien dinilai masih berisiko tinggi.

Penentuan status layak terbang atau fit to fly menjadi tahapan krusial dalam program ini.