Langkah ini untuk menyokong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Sekitar 51,04% dari total dana hasil IPO akan disalurkan sebagai penyertaan modal ke anak usaha PT NPS.

Dana tersebut digunakan untuk belanja modal berupa pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi baru.

Penambahan fasilitas ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan jelly guna mengantisipasi lonjakan permintaan domestik dan internasional.

Sekitar 18,36% dana IPO dialokasikan langsung untuk belanja modal perseroan, termasuk pembelian mesin produksi dan peningkatan kapasitas penyimpanan gudang untuk mempercepat logistik.

Perseroan juga menganggarkan 10,63% dana IPO untuk melunasi sebagian pokok pinjaman jangka pendek di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per 31 Maret 2026, saldo pokok pinjaman JELI tercatat Rp94 miliar.

Setelah pelunasan, sisa kewajiban ke Bank Mandiri diperkirakan menjadi sekitar Rp54 miliar, sehingga dapat menekan beban keuangan perseroan.

>>> Disdik Jateng Buka SPMB 2026 untuk SMA dan SMK Negeri, Ini Jadwalnya

Sisa dana IPO sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja operasional, mencakup pembelian bahan baku, biaya operasional harian, dan aktivitas pemasaran untuk mendukung ekspansi usaha.