Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut berpotensi mengalami koreksi jangka pendek. Hal ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi sehat setelah reli beberapa hari terakhir.

Seorang analis dalam Stock Idea Series, Sabtu (13/6/2026), menyebut area 6.000 menjadi resistance psikologis penting.

>>> Swedia Hancurkan Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026

Sementara support kuat IHSG berada di level 5.512.

Peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama support tersebut terjaga. Sektor komoditas disebut menarik untuk dicermati di tengah dinamika global.

Sebaliknya, sektor perbankan perlu lebih selektif. Sebab, sebagian saham perbankan besar telah mengalami kenaikan signifikan.

>>> IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.140 pada 15 Juni 2026

Krisis Kepercayaan, Bukan Fundamental

Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menilai tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan krisis kepercayaan investor. Bukan krisis fundamental.

Pelemahan beberapa bulan terakhir dipicu kekhawatiran atas penurunan outlook rating Indonesia. Juga potensi perubahan status dalam indeks global dan ketidakpastian geopolitik.

Hendry menyebut sejumlah indikator perlu diperhatikan, seperti stabilitas rupiah, pergerakan yield SBN, dan arus dana asing.

>>> Pemilihan Sekolah Daring DKI Jakarta Dibuka 15-18 Juni 2026

Indikator makro mulai menunjukkan perbaikan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Pemerintah juga berkomitmen menjaga disiplin fiskal.