Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Komisi XI DPR RI resmi menyetujui pagu indikatif Kementerian Keuangan untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,8 triliun.
Persetujuan ini diberikan dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
>>> Penjualan Retail Mobil Mei 2026 Turun 5,3 Persen, Toyota Kokoh di Puncak
Anggaran yang disetujui tepat sebesar Rp49.801.124.984.000. Tujuannya untuk mendukung stabilitas fiskal, efisiensi pelayanan publik, dan mendorong transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan catatan khusus. Ia meminta agar realisasi anggaran difokuskan pada program yang memberikan dampak nyata langsung bagi masyarakat luas.
"Komisi XI menyetujui pagu indikatif Kementerian Keuangan Tahun 2027 dengan sejumlah catatan agar setiap program yang dijalankan memiliki indikator yang terukur dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Misbakhun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa pendanaan ini sangat krusial bagi kementeriannya dalam mengelola keuangan negara.
>>> Airtel dan TNI AD Perluas Jaringan Seluler di Arunachal Pradesh
"Alokasi anggaran tersebut diarahkan sebagai instrumen strategis untuk memastikan Kemenkeu mampu menjalankan mandatnya secara optimal dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kualitas layanan publik, serta mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ucap Menkeu.
Rincian Pagu Indikatif
Pagu indikatif ini terdiri dari rupiah murni sebesar Rp39,32 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp102,15 miliar, dan Badan Layanan Umum (BLU) sebanyak Rp10,38 triliun.
Secara fungsional, anggaran dibagi menjadi Fungsi Pelayanan Umum sebesar Rp45,51 triliun, Fungsi Ekonomi sejumlah Rp284,71 miliar, dan Fungsi Pendidikan dialokasikan sebesar Rp3,99 triliun.
>>> Pemerintah Siapkan Stimulus Non-Tunai untuk Kelas Menengah Bawah
Berdasarkan rincian per unit, alokasi terbesar diserap oleh Sekretariat Jenderal dan BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan total mencapai Rp31,832 triliun.
Update Terbaru
Ford Beri Sinyal Resmi untuk Pickup Listrik Rp480 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Kacamata Pintar
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
Minat Menabung Masyarakat Meningkat, Didorong Optimisme Ekonomi
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
DJI Osmo Pocket 4P: Sensor 1 Inci untuk Video Minim Cahaya
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Maxence Lacroix Janjikan Traktiran Pizza untuk Warga Ajat Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif AS Terhadap Timnas Iran
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Madura United Pertahankan Tiga Gelandang, Lepas Sembilan Pemain
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Android 17 Stable Resmi Dirilis, Ini Deretan Fitur Barunya
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Menkeu Purbaya Temui Menkeu China Bahas Penerbitan Panda Bond
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
IHSG 17 Juni 2026 Ditutup Melemah ke 6.220, Sektor Perindustrian Tertekan
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Snapdragon Reality Elite: Chip Kacamata Pintar dengan Performa GPU 60% Lebih Tinggi
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan Premi Risiko Geopolitik
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB






