Penerbitan obligasi global perdana Danantara Indonesia berbasis dollar AS mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed lebih dari tiga kali lipat.

Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

>>> Apa Pekerjaan Syahran Dezencly? Sosok yang Diduga Kekasih Baru Jule Mantan Istri Daehoon

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kepercayaan pasar global terhadap Indonesia sangat baik.

Pernyataan itu disampaikan usai melaporkan hasil kunjungan kerjanya kepada Presiden di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Rosan mengatakan, minat investor terhadap obligasi Danantara mencakup tenor lima tahun, 10 tahun, bahkan hingga 30 tahun.

"Mereka bersedia untuk membeli global bond-nya Danantara dari jangka yang lima tahun, 10 tahun dan bahkan mereka menyatakan kepada saya sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan bond sampai yang 30 tahun," ujar Rosan.

Danantara semula menargetkan penghimpunan dana sebesar 1 miliar dollar AS.

Namun, setelah roadshow ke berbagai pusat keuangan dunia, permintaan investor melesat hingga 4,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 74,98 triliun.

"Dari rencana 1 miliar dollar AS yang kami ingin capai, book building yang masuk kurang lebih 4,6 miliar dollar AS," kata Rosan.

"Sehingga akhirnya kami meningkatkan penerbitan menjadi 1,5 miliar dollar AS," lanjutnya.

Menurut Rosan, lonjakan permintaan ini membuktikan pasar internasional tetap memercayai prospek ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, ketegangan geopolitik, dan tekanan di pasar keuangan dalam negeri.

"Ini adalah hasil yang sangat baik dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi. Dan ini real," ujar Rosan.

>>> Aissa Mandi Akui Kualitas Lionel Messi Usai Aljazair Tumbang