Dana yang dihimpun dibagi ke dalam dua instrumen tenor, yaitu lima tahun dan sepuluh tahun, masing-masing senilai 750 juta dollar AS.

Tingkat Imbal Hasil yang Kompetitif

Tingkat kupon yang didapatkan berada di bawah perkiraan awal pasar.

Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

Sebelumnya, muncul perkiraan bahwa Danantara harus menyodorkan imbal hasil lebih tinggi untuk menarik minat pasar. Namun, permintaan yang masif membuat tingkat bunga tetap kompetitif.

"Kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka meminta yield premium yang sangat tinggi," kata Rosan. "Ini tidak mereka minta, bahkan kita lihat yield-nya sangat kompetitif," lanjutnya.

Komposisi pembeli obligasi Danantara didominasi investor dari Amerika Serikat dan Eropa.

Pada tenor lima tahun, porsi investor dari AS sebesar 38 persen, Eropa dan Timur Tengah 41 persen, serta Asia 21 persen.

Sementara itu, investor AS mendominasi tenor 10 tahun dengan porsi 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah 31 persen, dan Asia 17 persen.

Rosan menambahkan bahwa hal ini berbeda dengan tren historis penerbitan obligasi Indonesia yang biasanya lebih banyak diserap investor Asia.

>>> Firdaus Oiwobo Laporkan Eks Ketua BEM UGM ke Polres Tangsel

"Justru peminat terbesarnya adalah dari Amerika Serikat," kata Rosan. "Ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar global terhadap Indonesia sangat baik," ujar dia.