Pasar Padurenan Baru di Kota Bekasi kini terbengkalai dan beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah warga.

Sebagian besar pedagang dan pembeli telah meninggalkan pasar yang berdiri sejak 2005 tersebut.

>>> Carlo Ancelotti Soroti Performa Brasil Usai Ditahan Imbang Maroko

Penurunan jumlah pengunjung terjadi setiap tahun akibat kalah bersaing dengan pasar lain yang lokasinya berdekatan. Kondisi ini sudah berlangsung sebelum pandemi COVID-19 pada 2020.

Dani, pedagang kebutuhan rumah tangga, mengatakan area pasar yang kini kosong dan penuh sampah dulunya merupakan tempat penjualan sayur dan daging.

"Dulu ramai, sisi sana itu dulunya tempat sayur, daging. Pasar basah lah kita bilangnya," ujarnya.

Menurut Dani, banyak masyarakat kini lebih memilih berbelanja di Pasar Bantar Gebang karena komoditasnya lebih lengkap. "Dari sini naik motor paling 10-15 menit.

Mungkin di sana lebih lengkap, kalau di sini makin sedikit penjualnya," katanya.

Bangunan di area kosong mulai runtuh, sementara pedagang yang tersisa berkumpul di satu titik lapak. "Yang sana sudah kosong lama.

Tiap tahun yang dagang makin dikit, makin pada mepet ke sini semua. Makanya banyak yang rubuh," jelas Dani.

Aktivitas perdagangan kini hanya bergantung pada pelanggan tetap. Pembeli harian sangat jarang datang.

>>> 13 Negara Kecam Presiden UEFA soal Kritik Format Piala Dunia 2026

"Sekarang pembeli hampir semua langganan. Rata-rata mereka datang pagi doang, kalau siang ke sore sepi banget," sambung Dani.

Pedagang yang masih bertahan adalah orang-orang lama yang berjualan sejak pasar dibuka. "Ini yang masih bertahan bisa dibilang 'tim inti'-nya.

Memang rata-rata pedagang di sini orang lama semua, jadi sudah punya langganan masing-masing," kata Dani.