Alasan Pemain Piala Dunia 2026 Masuk Lapangan Bersama Anak-anak
Penonton Piala Dunia 2026 mungkin sudah terbiasa melihat pemain berjalan memasuki lapangan sambil menggandeng anak-anak. Tradisi ini ternyata bukan sekadar seremoni pelengkap pertandingan.
Di balik pemandangan itu terdapat pesan sosial yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
>>> Polsek Berastagi Tangkap Dua Pelaku Pungli di Jalur Wisata Air Panas Doulu
Tradisi anak-anak berjalan bersama pemain dimulai sejak Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Program tersebut lahir dari kerja sama antara FIFA dan UNICEF untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak di seluruh dunia.
UNICEF menjelaskan program itu bertujuan mempromosikan dan melindungi hak setiap anak untuk mendapatkan rekreasi sehat serta pendidikan dasar berkualitas.
Pada Piala Dunia 2026, anak-anak yang mendampingi pemain dipilih melalui kerja sama antara Quaker Oats dan organisasi Common Goal.
Program ini akan menghadirkan sekitar 1.400 anak ke lapangan dalam 66 pertandingan di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat.
>>> Netflix Rilis Drakor Cashero, Superhero dengan Kekuatan dari Uang dan Kalori
Senior Vice President Marketing Quaker Foods Tina Mahal mengatakan program tersebut juga bertujuan menyediakan sumber daya nutrisi harian bagi keluarga dan komunitas.
Selain itu, program ini menginspirasi generasi muda melalui pengalaman di dalam maupun luar lapangan.
Tradisi serupa juga diterapkan di Kanada dan Meksiko sebagai sesama tuan rumah Piala Dunia 2026, meski didukung sponsor yang berbeda.
Selain mendampingi pemain, biasanya ada seorang anak yang berjalan bersama wasit sambil membawa bola pertandingan.
Meski sudah menjadi pemandangan lazim dalam sepak bola modern, tradisi ini tetap menjadi simbol kampanye kesejahteraan anak yang dibawa FIFA di panggung sepak bola terbesar dunia.
>>> Alwi Farhan Juarai Australia Open 2026, Bukti Regenerasi PBSI Berjalan Baik
Bagi anak-anak yang terpilih, kesempatan berjalan berdampingan dengan pemain Piala Dunia di hadapan puluhan ribu penonton menjadi pengalaman yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.
Update Terbaru
Ruben Onsu Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak ke Pengadilan
Senin / 15-06-2026, 11:44 WIB
STIEM Bongaya Makassar Juara Wondr NCFS 2026 Usai Kalahkan STIE Indonesia Jakarta
Senin / 15-06-2026, 11:44 WIB
Kenaikan Harga BBM dan Inflasi Tekan Kualitas Kredit Konsumer Perbankan
Senin / 15-06-2026, 11:44 WIB
DPR Buka Pendaftaran Dua Calon Anggota BPK
Senin / 15-06-2026, 11:43 WIB
Bursa Saham Asia Melesat Imbas Kesepakatan Damai AS dan Iran
Senin / 15-06-2026, 11:43 WIB
Rumor Game Spin-off The Witcher Co-op Project Sirius dari CD Projekt Red
Senin / 15-06-2026, 11:40 WIB
Habib Diarra Siap Pimpin Senegal Hadapi Perancis di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 11:40 WIB
Uus Geram Setelah Kartika Wijaksana Disindir di Media Sosial, Responsnya Picu Perdebatan
Senin / 15-06-2026, 11:39 WIB
Turki Tangguhkan Insentif Pajak Impor Mobil Listrik BYD Akibat Proyek Mandek
Senin / 15-06-2026, 11:38 WIB
Daftar iPad yang Mendukung iPadOS 27 dan Cara Mengeceknya
Senin / 15-06-2026, 11:38 WIB
Analisis Feses Bisa Deteksi Dini Kanker Pankreas Lewat Bakteri Usus
Senin / 15-06-2026, 11:38 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 16 - 21 Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 11:37 WIB
Tips Memeriksa Peugeot 405 Bekas Agar Tidak Salah Beli
Senin / 15-06-2026, 11:37 WIB






