Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada Minggu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kontrak berjangka minyak mentah AS merosot 4,8 persen menjadi US$ 80,80 per barel, sementara minyak mentah Brent melemah 3,9 persen ke US$ 83,89 per barel.

>>> UPN Veteran Jakarta Buka Seleksi Mandiri SEMA 2026 untuk D3 dan S1

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social. "Dengan ini kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai," tulisnya.

Melalui kesepakatan ini, Selat Hormuz akan beroperasi tanpa sistem pungutan bagi kapal yang melintas. Militer AS juga bersedia mengakhiri blokade terhadap wilayah perairan Iran.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!"

tulis Trump dalam unggahannya.

Pembukaan resmi jalur maritim tersebut dijadwalkan berlangsung menjelang akhir pekan, bersamaan dengan agenda diplomatik di Eropa.

>>> Saham CDIA Milik Prajogo Pangestu Melonjak 5,34 Persen

Blokade yang terjadi sejak awal Maret setelah serangan AS dan Israel telah memangkas lalu lintas kapal tanker secara signifikan.

Selat Hormuz biasanya dilalui 20 persen pasokan minyak dunia.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, menjelaskan bahwa kedua negara sepakat menghentikan operasi militer secara permanen di seluruh medan konflik, termasuk Lebanon.

"Kami berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk menemukan solusi diplomatik," kata Sharif.

Pihak mediator kini mempersiapkan rangkaian pertemuan lanjutan untuk mematangkan detail teknis perjanjian damai sebelum seremoni peresmian.

>>> Ahli Nutrisi Ungkap Bahaya Tersembunyi Gula dalam Produk Sehat

CEO Frontline, Lars Barstad, menyatakan optimisme bahwa lalu lintas kapal akan segera kembali normal setelah situasi keamanan membaik.