Banyak orang berusaha mengurangi konsumsi gula demi menjaga kesehatan. Namun, pemanis ini tidak hanya ditemukan dalam minuman manis, kue, atau permen.

Gula juga tersembunyi di berbagai produk yang sering dianggap sehat, seperti madu, jus buah, yoghurt berperisa, dan sereal sarapan.

>>> Prabowo Panggil Menteri Bahas Lonjakan Minat Investasi Asing

Menurut Sammie Gill, ilmuwan senior di British Nutrition Foundation (BNF), gula adalah karbohidrat sederhana yang secara alami terdapat dalam buah, sayuran, susu, dan produk olahannya.

"Gula penting ditemukan dalam banyak makanan alami yang juga mengandung berbagai zat gizi lain yang bermanfaat bagi kesehatan," kata Gill.

Buah mengandung vitamin C, serat, dan senyawa fitokimia, sementara susu menyediakan kalsium, protein, dan vitamin B12.

Kandungan alami ini tidak bisa disamakan dengan pemanis dalam minuman bersoda atau permen.

Jenis Gula yang Perlu Diwaspadai

Yang menjadi perhatian para ahli adalah free sugars atau gula bebas, yaitu semua pemanis yang ditambahkan ke makanan dan minuman oleh produsen, koki, atau konsumen.

Gula bebas ditemukan dalam jus buah, smoothie, yoghurt berperisa, sereal sarapan, saus, minuman beralkohol, dan makanan olahan.

Pada label, gula bebas muncul dengan nama seperti sirup, molase, nektar, dekstrosa, madu, konsentrat jus buah, atau istilah berakhiran "-osa".

Persepsi Kesehatan Mengenai Madu

Madu sering dianggap lebih sehat daripada gula putih. Namun, Gill menegaskan bahwa persepsi itu tidak sepenuhnya benar.

"Madu memang mengandung sejumlah kecil vitamin dan mineral, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak cukup memberikan manfaat kesehatan yang berarti," ujarnya.

Tubuh memproses madu, sirup maple, agave nectar, dan gula pasir dengan cara yang hampir sama.