Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah cukup.

Berbagai penelitian menunjukkan probiotik membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang berperan dalam pencernaan, kekebalan tubuh, dan metabolisme.

>>> Cara Mudah Mendeteksi Alat Pelacak Liar Menggunakan Smartphone

Popularitas probiotik mendorong munculnya banyak produk minuman dan makanan berlabel probiotik. Label ini sering dianggap lebih sehat dibanding minuman manis biasa.

Namun, di balik manfaatnya, kandungan gula dalam produk probiotik perlu diperhatikan. Beberapa produk populer mengandung gula 12 hingga 20 gram per 100 ml.

Manfaat Probiotik vs Ancaman Gula Berlebih

Manfaat probiotik bagi kesehatan usus didukung banyak penelitian.

Mikroorganisme ini menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang terkait dengan pencernaan, penyerapan zat gizi, regulasi kekebalan tubuh, produksi senyawa metabolik, dan komunikasi usus-otak.

Meski demikian, kandungan gula dalam produk probiotik juga perlu mendapat perhatian.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, PhD, mengingatkan bahwa konsumsi minuman probiotik tinggi gula tetap meningkatkan risiko diabetes.

"Meningkatkan risiko sih.

Kita ada penelitiannya, komposisi minuman-minuman manis itu ya, meningkatkan risiko diabetes lebih tinggi," ujarnya di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Karena itu, waspadai fenomena health halo effect, yaitu kecenderungan menilai produk sehat hanya berdasarkan satu keunggulan.

Pada produk probiotik, manfaat pencernaan sering menjadi fokus, sehingga kandungan gula tinggi kurang diperhatikan.

Kandungan Gula: Kebutuhan Bakteri atau Cita Rasa?

Salah satu alasan tingginya gula pada produk probiotik adalah sebagai sumber energi bakteri selama fermentasi. Guru Besar Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M.

Sc. , PhD, menjelaskan bahwa gula dibutuhkan bakteri untuk fermentasi.