Seorang muralis asal Parung Panjang, Kabupaten Bogor, bernama Rayhan Dwi Fasha melukis mural raksasa bertema Piala Dunia 2026 di dinding rumah kosong.

Karya seni jalanan ini menjadi perbincangan di media sosial.

>>> AC Milan Incar Ruben Amorim untuk Gantikan Massimiliano Allegri

Rayhan mengaku ide membuat mural Piala Dunia muncul karena momen turnamen yang ditunggu para pencinta bola.

Ia ingin menggabungkan hobi masa kecil bermain sepak bola dengan keahliannya sebagai muralis.

"Baru-baru ini sih kepikiran ide bikin mural Piala Dunia karena kan momen yang ditunggu-tunggu para pencinta bola di seluruh dunia," kata Rayhan kepada KOMPAS.

com.

Proses pengerjaan dimulai pada Senin sore, 8 Juni 2026.

Rayhan merancang sketsa seluruh negara peserta Grup A Piala Dunia 2026, yaitu Meksiko, Ceko, Afrika Selatan, dan Korea Selatan.

Ia menyusun gambar para pemain ikonik dari empat negara dalam satu bidang tembok.

Tantangan terbesarnya adalah menggabungkan empat negara dengan pemain seperti Santiago Gimenez, Son Heung-min, Tomas Soucek, dan Lyle Foster.

Rayhan menyelesaikan mural berukuran besar itu seorang diri dalam waktu kurang lebih tiga hari. Ia menghabiskan total 20 botol cat semprot untuk warna kulit dan latar belakang.

>>> Timnas Inggris Bidik Gelar Juara Piala Dunia 2026 Bersama Thomas Tuchel

Kesulitan yang dihadapi meliputi teknik gradasi warna yang halus dan kendala fisik karena harus naik turun tangga. Semua gambar ia kerjakan sendirian.

Gaya realistis dalam karya sepak bola ini menjadi eksperimen baru bagi Rayhan. Sebelumnya, ia lebih sering melukis pola abstrak dengan warna-warna cerah seperti pink, biru, dan ungu.

Setelah menyelesaikan Grup A, Rayhan berencana membuat mural pemain bintang dunia yang menjalani turnamen terakhir mereka tahun ini.

Ia ingin menggambar Messi, Neymar, dan Cristiano Ronaldo.

Penggemar Cristiano Ronaldo ini mengaku seluruh pendanaan mural berasal dari biaya pribadi. "Sebenarnya ini adalah movement yang nguras dompet.

Pure, bahan aku keluarin dari dompet sendiri," ujarnya.

Rayhan berharap seni mural bertema sepak bola dapat berkembang konsisten di Indonesia.

Ia ingin lebih banyak ruang legal dari pihak terkait agar tembok kosong bisa menjadi media edukasi dan kebanggaan warga.

Menurutnya, pengelolaan seni jalanan yang tepat dapat menghapus stigma negatif dan mendukung pariwisata kreatif.

>>> IHSG Tembus 6.000, Melonjak 2,06% pada Jumat

"Apalagi jika dikaitkan dengan sepak bola, yang memiliki basis penggemar sangat besar di Indonesia," pungkasnya.