Daftar Opsi Efisiensi Anggaran MBG yang Sedang Dikaji Pemerintah
Daftar Opsi Efisiensi Anggaran MBG yang Sedang Dikaji Pemerintah
Pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa mengubah target layanan bagi masyarakat dan muncul setelah pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), dari Dadan Hindayana kepada Nanik Sudaryati Deyang.
Salah satu langkah yang tengah dibahas adalah penghentian sementara pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG baru. Kebijakan itu dilakukan sambil mengevaluasi sebaran dapur yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Hingga awal pekan ini, jumlah SPPG tercatat mencapai 27.877 unit. BGN ingin memastikan jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di setiap wilayah dan tidak terjadi penumpukan fasilitas pada daerah tertentu.
Nanik menjelaskan pemerintah untuk sementara tidak membuka pendaftaran maupun pembangunan dapur baru. Evaluasi dilakukan dengan menghitung kembali kebutuhan setiap provinsi berdasarkan jumlah penerima manfaat yang ada.
Menurutnya, distribusi dapur MBG saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sehingga perlu dilakukan penataan agar penyebarannya lebih proporsional.
Selain itu, pemerintah juga mengkaji kemungkinan memanfaatkan kantin sekolah sebagai bagian dari sistem penyediaan MBG. Opsi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif pelaksanaan program pada wilayah tertentu yang dinilai lebih sesuai menggunakan fasilitas yang sudah tersedia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan skema pemanfaatan kantin sekolah masih dalam tahap pembahasan. Kajian dilakukan untuk melihat daerah mana yang memungkinkan menerapkan pola tersebut secara efektif.
>>> Yamaha Beri Diskon DP Hingga Rp2,2 Juta di Jakarta Fair 2026
Peninjauan Ulang Penerima Manfaat
Langkah berikutnya adalah menata kembali kelompok penerima MBG. BGN menilai bantuan gizi perlu lebih difokuskan kepada anak-anak yang memang membutuhkan intervensi dari pemerintah.
Update Terbaru
Huawei Luncurkan HarmonyOS 7 dengan Desain Spasial dan Keamanan Baru
Minggu / 14-06-2026, 16:16 WIB
TVRI Tidak Tayangkan Piala Dunia 2026 di Website, Ini Solusi Streaming
Minggu / 14-06-2026, 16:16 WIB
BI Perkuat Rupiah Lewat Kerja Sama Transaksi Mata Uang Lokal dengan China dan Hong Kong
Minggu / 14-06-2026, 16:12 WIB
Kenaikan BI Rate Dorong DPLK Avrist Evaluasi Strategi Investasi
Minggu / 14-06-2026, 16:12 WIB
vivo X300 Pro Resmi Meluncur, Flagship Spesialis Konser dengan Kamera 200 MP
Minggu / 14-06-2026, 16:08 WIB
Pemkot Bandung Kawal Tarif Bandung Zoo Usai Dikelola Faunaland
Minggu / 14-06-2026, 16:08 WIB
MrBeast Cetak Sejarah: 500 Juta Subscriber YouTube Pertama di Dunia
Minggu / 14-06-2026, 16:08 WIB
Perawat Asing di Taiwan Pukul Lansia karena Makan Lambat, Viral di Medsos
Minggu / 14-06-2026, 16:08 WIB
Mario Lemos Targetkan Persijap Jepara Lebih Kompetitif Musim Depan
Minggu / 14-06-2026, 16:08 WIB
Borneo FC Tunjuk Mauro Jeronimo, Target Juara Musim Depan
Minggu / 14-06-2026, 16:04 WIB
Kondisi Haji Bolot Membaik, Sudah Ingin Pulang dari RS
Minggu / 14-06-2026, 16:03 WIB
Timnas Australia Kalahkan Turkiye 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 16:03 WIB
Mahfud MD: Koruptor Dadan BGN Lebih Pantas Dihukum Mati daripada Potong Tangan
Minggu / 14-06-2026, 15:58 WIB
Gasperra: Kenaikan BI Rate Berpotensi Bebani APBN via KPR SSB
Minggu / 14-06-2026, 15:58 WIB






