Saat ini jumlah penerima manfaat tercatat sekitar 63 juta orang. Pemerintah sedang melakukan identifikasi untuk memastikan seluruh penerima dalam kelompok tersebut benar-benar membutuhkan dukungan gizi tambahan.

Nanik menyebut terdapat kemungkinan penyesuaian terhadap penerima yang dinilai sudah memiliki akses gizi memadai. Kuota yang tersedia nantinya dapat dialihkan kepada kelompok yang belum mendapatkan layanan namun membutuhkan bantuan.

Proses pemetaan itu menjadi bagian dari upaya refocusing program agar sasaran MBG lebih tepat dan penggunaan anggaran menjadi lebih efisien.

Fokus pada Pengawasan Mutu

Selain evaluasi dapur dan penerima manfaat, pemerintah juga menempatkan pengawasan kualitas sebagai prioritas. BGN akan memeriksa pelaksanaan MBG di lapangan untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis.

Nanik mengaku telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perhatian utama pada tahun ini diarahkan pada mutu layanan. Dengan pendekatan tersebut, kualitas makanan dan pelaksanaan program diharapkan tetap terjaga meski dilakukan berbagai penyesuaian.

Di sisi lain, Prasetyo menyatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan kebutuhan anggaran MBG berpotensi lebih rendah dari perhitungan sebelumnya. Menurutnya, pengurangan kebutuhan dana tersebut berasal dari hasil penghitungan yang lebih akurat, bukan karena adanya pemangkasan program secara paksa.