Probiotik telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan. Kini, berbagai produk minuman dan makanan probiotik semakin mudah ditemukan di pasaran.

Namun, tidak semua produk probiotik memiliki kandungan komposisi gizi yang sama. Sebagian produk mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk meningkatkan cita rasa.

>>> Kejagung Tetapkan Andri Mulyono Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis

Di sisi lain, pilihan produk probiotik dengan kandungan gula lebih rendah memang tersedia. Hanya saja, rasanya sering tidak semanis produk dengan tambahan gula yang lebih banyak.

Kondisi ini membuat dilema antara mengejar manfaat probiotik dan mengendalikan asupan gula harian. Kabar baiknya, menjaga keseimbangan mikrobiota usus tidak hanya bergantung pada probiotik.

Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula

Manfaat probiotik bagi kesehatan pencernaan didukung oleh banyak penelitian. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.

Namun, sumber probiotik tidak hanya berasal dari minuman probiotik kemasan. Tempe, yogurt tanpa gula tambahan, kefir, kimchi, hingga berbagai makanan fermentasi tradisional juga mengandung mikroorganisme bermanfaat.

Pada sebagian produk minuman probiotik, tambahan gula digunakan untuk menciptakan rasa yang lebih disukai konsumen. Karena itu, memilih sumber probiotik tidak cukup hanya melihat klaim probiotiknya saja.

Kandungan gula, kalori, serta komposisi gizi secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.

Bagi yang ingin mendapatkan manfaat probiotik dengan asupan gula lebih rendah, sumber probiotik alami atau produk tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan.

Meski rasanya mungkin tidak semanis sebagian produk minuman probiotik, manfaat yang diberikan tetap berasal dari mikroorganisme baik yang terkandung di dalamnya.

Apa Beda Probiotik vs Prebiotik?