Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan, prebiotik merupakan makanan bagi mikroorganisme tersebut. Prebiotik umumnya berupa serat pangan yang tidak dicerna tubuh.

>>> Gedebage Jazz Festival International 2026 Hadirkan Kolaborasi Musik Etnik

Ketika mencapai usus besar, serat ini menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik yang hidup di dalam saluran cerna.

Sederhananya, probiotik adalah bakterinya, sedangkan prebiotik adalah makanannya.

Keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa prebiotik dapat memberikan manfaat melalui mekanisme yang berbeda dibanding probiotik.

"Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri yang bagus dan itu akan memberikan dampak yang lebih baik," kata dr Rino saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pengaruh prebiotik bersifat tidak langsung melalui perbaikan kondisi usus dan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.

Berbeda dengan probiotik yang sering dikaitkan dengan yogurt atau minuman fermentasi, prebiotik sebenarnya banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari.

Sumber prebiotik antara lain pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, serta berbagai sayuran dan buah yang kaya serat.

Konsumsi makanan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan serat harian, tetapi juga menyediakan nutrisi bagi bakteri baik di dalam usus.

>>> Resep Tahu Walik Aci Banyuwangi yang Renyah dan Kenyal

Karena berasal dari bahan pangan alami, sumber prebiotik juga umumnya tidak disertai tambahan gula seperti yang ditemukan pada sebagian produk minuman olahan.