Transformasi layanan yang dijalankan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam beberapa tahun terakhir dinilai sukses membawa perubahan besar pada wajah transportasi publik di Indonesia.

Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat Djoko Setijowarno menyatakan bahwa keberhasilan perusahaan tersebut berakar dari komitmen jangka panjang dalam menjaga kualitas pelayanan.

>>> Mendikdasmen Abdul Mu'ti Laporkan Capaian Program Pendidikan ke Presiden

Langkah konsisten ini tidak hanya membangun kepercayaan masyarakat, tetapi juga menetapkan standar baru di sektor transportasi.

"Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi," ujar Djoko dalam sebuah siniar.

Kualitas pelayanan transportasi publik di tanah air kini dipandang telah mampu bersaing dengan sejumlah negara maju.

Pengelolaan sistem yang tertib serta fokus pada pengalaman pelanggan menjadi bukti nyata dari keberhasilan operator transportasi tersebut.

Faktor penentu kesuksesan ini tidak hanya bertumpu pada kemajuan teknologi dan pembangunan infrastruktur, melainkan juga didukung oleh budaya disiplin para pengguna.

Fenomena pelanggaran seperti menerobos pintu masuk untuk menghindari tiket masih kerap terjadi di kota besar dunia seperti Paris, namun kondisi tersebut terhitung jarang ditemukan pada layanan kereta api di Indonesia.

"Keberhasilan layanan KAI tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga didukung oleh budaya disiplin yang tumbuh di kalangan masyarakat," katanya.

Fasilitas Berbasis Kebutuhan Budaya

PT KAI juga dinilai berhasil menghadirkan fasilitas penunjang yang adaptif terhadap kebutuhan sosial dan budaya masyarakat lokal.

Salah satu bentuk implementasinya adalah penyediaan musala di berbagai stasiun dengan standar kebersihan dan aksesibilitas yang memadai.

>>> Kemenkeu Respons Tuntutan Mahasiswa Hentikan Pemborosan APBN