Pemkot Bandung Kawal Harga Tiket Bandung Zoo Agar Tetap Wajar
Pemerintah Kota Bandung memastikan akan mengawal penentuan tarif masuk Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo agar tetap berada pada batas wajar bagi masyarakat.
Kepastian tersebut menyusul kekhawatiran publik mengenai potensi lonjakan harga tiket setelah pengelolaan tempat wisata edukasi satwa ini resmi beralih ke tangan Faunaland.
>>> Doa Kafaratul Majelis: Bacaan, Keutamaan, dan Hikmahnya
Kekhawatiran warga muncul karena Faunaland dibebankan kewajiban membayar biaya kontribusi senilai Rp 4,3 miliar kepada Pemkot Bandung, ditambah skema bagi hasil sekitar 11 persen.
Wali Kota: Pengelola Baru Punya Data Pasar
Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa pihak pengelola baru seharusnya sudah memiliki data pasar yang matang untuk menentukan harga terbaik.
"Nah, itu saya belum tahu, karena lumayan itu. Tapi saya kira pemenangnya itu menyadari betul.
Dia sudah punya data market, dia sudah tahu berapa harga yang paling wajar yang akan bisa dikenakan kepada para pengunjung.
Kalau harganya nggak wajar juga kita akan memperjuangkan lah," kata Farhan, Jumat (12/6), dilansir dari Detik Travel.
Farhan kemudian membandingkan tata kelola kebun binatang ini dengan Kebun Binatang Ragunan ataupun Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung.
>>> Nadeo Argawinata Perpanjang Kontrak di Borneo FC hingga 2029
Menurut dia, kedua destinasi tersebut bisa menetapkan tarif murah karena dikelola langsung oleh dinas pemerintah terkait.
"Karena kalau Ragunan itu di bawah dinas, itu sama dengan Tahura. Tahura itu di bawah Dinas Kehutanan.
Nah, kalau Bandung kan nggak punya Dinas Kehutanan. Dan ini harus berada dalam kerangka atau skema kerja sama pemanfaatan," ungkapnya.
Saat ini, proses pematangan skema kerja sama pemanfaatan dengan Faunaland sedang dilakukan oleh pihak Pemkot Bandung.
Wali Kota Bandung menjelaskan bahwa penandatanganan dokumen serta pembayaran pertama masih menunggu penyelesaian konsep final dari negosiasi tersebut.
"Bandung Zoo setelah 2 hari penetapan, hari ini kita lagi menunggu selesainya konsep dan negosiasi PKS (perjanjian kerja sama).
>>> Musisi Gen Z Meriahkan Konser 25 Tahun Yovie & Nuno
Kemudian mudah-mudahan sebelum pukul 23.59 saya sudah tanda tangan dan sudah menerima pembayaran pertama," pungkasnya.
Update Terbaru
BMW Perlihatkan X5 dan 7-Series Lapis Baja ke Klien Potensial
Minggu / 14-06-2026, 17:04 WIB
Manajer Borneo FC Dandri Dauri Ungkap Alasan Sering Peluk Suporter Saat Gol
Minggu / 14-06-2026, 17:03 WIB
Apindo Dukung Target Ekspor Manufaktur 30 Persen, Syaratkan Reformasi Struktural
Minggu / 14-06-2026, 17:03 WIB
Ruben Onsu Sambut Baik Ajakan Diskusi dari Sarwendah
Minggu / 14-06-2026, 17:03 WIB
Veda Ega Pratama Kesulitan di FP1 Moto3 Catalunya, Hakim Danish Tercepat
Minggu / 14-06-2026, 17:00 WIB
Target Ekspor Manufaktur 30% Dinilai Ambisius tapi Realistis
Minggu / 14-06-2026, 16:58 WIB
Irvan Mofu Pamit dari PSS Sleman Usai Bawa Promosi ke Liga Super
Minggu / 14-06-2026, 16:56 WIB
Ekonom Celios Minta Moratorium Program Makan Bergizi Gratis untuk Evaluasi Total
Minggu / 14-06-2026, 16:52 WIB
Turis Malaysia Kirim 1.200 Paket Belanja ke Hotel China, Staf Kewalahan
Minggu / 14-06-2026, 16:52 WIB
5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Sebagian Masyarakat Jawa
Minggu / 14-06-2026, 16:51 WIB
Promo Tahun Baru Hijriah Universitas PGRI Jombang Gratiskan Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru
Minggu / 14-06-2026, 16:47 WIB
Promo Tahun Baru Hijriah 1448 H Universitas PGRI Jombang Gratiskan Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru
Minggu / 14-06-2026, 16:45 WIB
Wataru Endo Mundur dari Skuad Jepang dan Pensiun Usai Cedera Kaki
Minggu / 14-06-2026, 16:43 WIB
Promo Tahun Baru Hijriah Universitas PGRI Jombang Buka Kesempatan Kuliah dengan Gratis Biaya Pendaftaran
Minggu / 14-06-2026, 16:42 WIB






