Apindo Dukung Target Ekspor Manufaktur 30 Persen, Syaratkan Reformasi Struktural
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan dukungannya terhadap target pemerintah untuk menaikkan porsi ekspor produk manufaktur dari 20 persen menjadi 30 persen.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah tepat untuk memperkuat basis industri nasional. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan reformasi struktural yang menyeluruh.
>>> Ruben Onsu Sambut Baik Ajakan Diskusi dari Sarwendah
Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Chandra Wahjudi, mengungkapkan bahwa sektor manufaktur dalam negeri mengalami tekanan biaya berat.
Daya saingnya juga menurun selama sepuluh tahun terakhir.
"Secara prinsip arah kebijakan ini tepat karena ekspor manufaktur adalah indikator kapasitas industri yang sehat.
Namun pencapaiannya membutuhkan reformasi struktural mulai dari efisiensi logistik, stabilitas energi, hingga penguatan rantai pasok domestik," ujar Chandra kepada Kontan, Minggu (14/6/2026).
Menurut Chandra, target tersebut bukan hal mustahil jika pemerintah konsisten pada regulasi dan membenahi ekosistem industri secara total.
Hal ini penting untuk mendongkrak daya saing global.
Sikap pelaku usaha ini muncul setelah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menetapkan target baru komposisi pasar manufaktur.
Saat ini, porsi ekspor hanya 20 persen dan domestik 80 persen, ingin diubah menjadi 30 persen ekspor dan 70 persen domestik.
Sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
>>> Target Ekspor Manufaktur 30% Dinilai Ambisius tapi Realistis
Data BPS triwulan I-2026 menunjukkan kontribusinya mencapai 19,07 persen dengan nilai Rp 1.179,62 triliun.
Performa ekspor produk industri pengolahan pada Januari hingga April 2026 mencapai US$ 75,57 miliar. Nilai tersebut mendominasi total ekspor nasional dengan kontribusi 82,01 persen.
Chandra menambahkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekspor berkelanjutan memerlukan dukungan insentif fiskal dan nonfiskal yang lebih agresif. Sektor industri juga butuh pengendalian impor yang terukur untuk melindungi produsen lokal.
Update Terbaru
Jadwal Bola Malam Ini 14 Juni 2026: Piala Dunia dan Timnas U19
Minggu / 14-06-2026, 18:28 WIB
Ruben Onsu Sambut Baik Ajakan Diskusi Sarwendah, Harap Ada Titik Terang
Minggu / 14-06-2026, 18:24 WIB
Subaru Luncurkan Sambar Van Terbaru dengan Fitur Keselamatan Canggih
Minggu / 14-06-2026, 18:23 WIB
BYD M6 DM Resmi Meluncur, Siap Saingi MPV Keluarga Rp200 Jutaan
Minggu / 14-06-2026, 18:21 WIB
Folarin Balogun Cetak Rekor Piala Dunia 2026 di Tengah Sorotan Kebijakan Donald Trump
Minggu / 14-06-2026, 18:20 WIB
Mendikdasmen Paparkan Capaian MBG dan Target Revitalisasi 71.744 Sekolah
Minggu / 14-06-2026, 18:17 WIB
Tokyo Revengers Season 4 Rilis Trailer Ketiga, Hadir di Anime Expo 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:13 WIB
Liga Inggris Jeda Kompetisi Selama Juni Demi Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:13 WIB
Mario Aji Absen di Moto2 Catalunya 2026 karena Pemulihan Medis
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Menutup Aplikasi Latar Belakang HP Ternyata Bikin Baterai Boros
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Lebah Andalkan Kepakan Sayap untuk Mencegah Kepanasan Saat Terbang
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Lee Kang-in Siap Hadapi Mantan Pelatih di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:03 WIB
Sinopsis Blue Beetle, Tayang di Bioskop Trans TV 14 Juni 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:03 WIB
Persija Jakarta Rancang Program Pramusim Bersama Shin Tae-yong
Minggu / 14-06-2026, 18:00 WIB






