Target Ekspor Manufaktur 30% Dinilai Ambisius tapi Realistis
Kalangan dunia usaha menilai target pemerintah untuk meningkatkan porsi ekspor produk manufaktur dari 20% menjadi 30% dalam beberapa tahun ke depan tergolong ambisius.
Namun, target tersebut dinilai masih realistis dicapai apabila didukung penguatan daya saing industri nasional dan perbaikan berbagai hambatan yang selama ini membebani sektor manufaktur.
>>> Ekonom Celios Minta Moratorium Program Makan Bergizi Gratis untuk Evaluasi Total
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, industri pengolahan masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan produksi.
Hal itu tercermin dari tingkat utilisasi industri manufaktur yang masih berada di kisaran 61,8% pada tahun 2025.
"Masih terdapat kapasitas produksi menganggur yang cukup besar untuk dimanfaatkan memenuhi permintaan ekspor tanpa mengganggu pasokan domestik.
Peningkatan ekspor dapat dilakukan melalui optimalisasi kapasitas yang sudah ada sebelum memerlukan investasi besar untuk ekspansi produksi," ujar Saleh kepada Kontan, Minggu (14/6/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan eksternal masih cukup berat.
Perlambatan ekonomi global, meningkatnya proteksionisme perdagangan, ketegangan geopolitik hingga ketidakpastian rantai pasok internasional berpotensi menekan kinerja ekspor Indonesia.
Karena itu, pencapaian target ekspor manufaktur akan sangat bergantung pada kemampuan Indonesia melakukan diversifikasi pasar ekspor, memperkuat perjanjian perdagangan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk manufaktur agar mampu bersaing di pasar global.
Sektor Potensial dan Hambatan
Saleh menilai sektor yang paling berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekspor adalah industri berbasis sumber daya alam yang telah terintegrasi dalam rantai nilai global.
Beberapa di antaranya adalah industri logam dasar dan hilirisasi mineral, produk kimia, oleokimia, makanan dan minuman, serta industri pulp dan kertas.
Update Terbaru
Ruben Onsu Sambut Baik Ajakan Diskusi Sarwendah, Harap Ada Titik Terang
Minggu / 14-06-2026, 18:24 WIB
Subaru Luncurkan Sambar Van Terbaru dengan Fitur Keselamatan Canggih
Minggu / 14-06-2026, 18:23 WIB
BYD M6 DM Resmi Meluncur, Siap Saingi MPV Keluarga Rp200 Jutaan
Minggu / 14-06-2026, 18:21 WIB
Folarin Balogun Cetak Rekor Piala Dunia 2026 di Tengah Sorotan Kebijakan Donald Trump
Minggu / 14-06-2026, 18:20 WIB
Mendikdasmen Paparkan Capaian MBG dan Target Revitalisasi 71.744 Sekolah
Minggu / 14-06-2026, 18:17 WIB
Tokyo Revengers Season 4 Rilis Trailer Ketiga, Hadir di Anime Expo 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:13 WIB
Liga Inggris Jeda Kompetisi Selama Juni Demi Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:13 WIB
Mario Aji Absen di Moto2 Catalunya 2026 karena Pemulihan Medis
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Menutup Aplikasi Latar Belakang HP Ternyata Bikin Baterai Boros
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Lebah Andalkan Kepakan Sayap untuk Mencegah Kepanasan Saat Terbang
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Lee Kang-in Siap Hadapi Mantan Pelatih di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:03 WIB
Sinopsis Blue Beetle, Tayang di Bioskop Trans TV 14 Juni 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:03 WIB
Persija Jakarta Rancang Program Pramusim Bersama Shin Tae-yong
Minggu / 14-06-2026, 18:00 WIB
Investor Selektif Hambat IPO Sektor Teknologi Indonesia Semester I 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:00 WIB






