Terkait dorongan pemerintah untuk memperluas penggunaan Local Currency Settlement (LCS), Saleh menilai skema tersebut semakin relevan di tengah tingginya volatilitas nilai tukar global karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan internasional.

Menurutnya, sejumlah perusahaan yang memiliki transaksi rutin dengan negara mitra seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, dan Tiongkok mulai memanfaatkan skema tersebut guna mengurangi risiko kurs dan biaya konversi valuta asing.

Kendati demikian, implementasi LCS di kalangan industri dinilai masih belum merata.

Banyak pelaku usaha, terutama perusahaan menengah, masih mengandalkan dolar AS karena faktor kebiasaan, jaringan perdagangan, dan kemudahan transaksi.

"Ke depan, sosialisasi yang lebih luas, perluasan cakupan negara mitra, serta peningkatan layanan perbankan akan mendorong adopsi LCS.

>>> 5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Sebagian Masyarakat Jawa

Efisiensi transaksi melalui LCS dapat memperkuat daya saing ekspor dan membantu memanfaatkan kapasitas produksi yang masih tersedia untuk memperluas pasar internasional," tutupnya.