5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Sebagian Masyarakat Jawa

Malam 1 Suro menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian khusus di kalangan masyarakat Jawa, terutama di wilayah Yogyakarta dan Solo. Pada 2026, malam tersebut bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam dan jatuh pada 16 Juni 2026.

Dalam tradisi yang berkembang turun-temurun, ada sejumlah hal yang kerap dihindari saat Malam 1 Suro. Larangan tersebut berkaitan dengan keyakinan masyarakat yang memandang malam itu sebagai waktu untuk berdoa, merenung, dan menjaga sikap.

Berikut beberapa pantangan yang masih dipercaya sebagian masyarakat Jawa ketika Malam 1 Suro tiba.

>>> Promo Tahun Baru Hijriah Universitas PGRI Jombang Gratiskan Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru

1. Mengucapkan Kata-Kata Buruk

Ucapan yang kasar maupun bernada negatif dianggap sebaiknya dihindari. Sebagian masyarakat meyakini perkataan yang keluar pada malam tersebut dapat membawa pengaruh yang tidak baik apabila tidak dijaga.

2. Bepergian pada Malam Hari

Keluar rumah saat Malam 1 Suro juga menjadi hal yang sering dihindari. Dalam kepercayaan yang berkembang di masyarakat, malam tersebut dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas dunia gaib sehingga bepergian tanpa keperluan penting dianggap kurang baik.

3. Mengadakan Pernikahan atau Hajatan

Secara umum tidak ada larangan resmi untuk menggelar pesta maupun pernikahan pada bulan Suro. Namun, banyak warga memilih menunda acara besar karena memandang bulan tersebut sebagai waktu yang sakral dan penuh penghormatan.

Keyakinan itu membuat sebagian masyarakat enggan menyelenggarakan hajatan pada periode tersebut.

4. Berbicara Keras dan Berisik

Suasana hening menjadi bagian dari sejumlah tradisi Malam 1 Suro. Di Yogyakarta, misalnya, terdapat ritual Tapa Bisu yang dilakukan tanpa berbicara selama prosesi berlangsung.

Karena itu, berbicara dengan suara keras atau membuat keramaian dinilai tidak sejalan dengan suasana khidmat yang biasanya dijaga pada malam tersebut.

5. Pindah atau Membangun Rumah

Pindahan rumah maupun memulai pembangunan juga termasuk aktivitas yang kerap dihindari. Sebagian masyarakat percaya kegiatan tersebut dapat mendatangkan kesialan apabila dilakukan bertepatan dengan Malam 1 Suro.

Selain faktor kepercayaan, malam tersebut juga dipandang sebagai waktu yang lebih tepat untuk memperbanyak doa dan melakukan introspeksi diri dibanding memulai aktivitas besar.