Target Ekspor Manufaktur 30% Dinilai Ambisius tapi Realistis
Selain itu, industri otomotif, khususnya kendaraan listrik dan komponen pendukungnya, juga berpeluang menjadi sumber pertumbuhan ekspor baru seiring meningkatnya investasi dan kapasitas produksi di dalam negeri.
Di sisi lain, industri padat karya berorientasi ekspor seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, dan furnitur masih memiliki peluang untuk meningkatkan kontribusinya apabila mampu meningkatkan efisiensi dan memperluas penetrasi ke pasar nontradisional.
"Kombinasi antara sektor hilirisasi dan industri manufaktur bernilai tambah tinggi akan menjadi kunci untuk mencapai target peningkatan porsi ekspor tersebut," katanya.
>>> Turis Malaysia Kirim 1.200 Paket Belanja ke Hotel China, Staf Kewalahan
Namun demikian, Saleh mengungkapkan sejumlah asosiasi industri saat ini masih mengeluhkan kesulitan memperoleh bahan baku dan bahan baku penolong.
Selain itu, harga gas industri yang dinilai masih tinggi juga menjadi tantangan bagi daya saing sektor manufaktur.
Menurut Saleh, hambatan terbesar yang saat ini dihadapi pelaku industri dalam meningkatkan ekspor adalah melemahnya permintaan global, tingginya biaya logistik, meningkatnya hambatan non-tarif di negara tujuan ekspor, serta tekanan dari produk negara pesaing yang memperoleh berbagai insentif dari pemerintah masing-masing.
Selain itu, sebagian industri juga masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan ekspor, sertifikasi internasional, serta pemenuhan standar keberlanjutan yang semakin ketat di pasar global.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, dunia usaha berharap pemerintah memperkuat diplomasi perdagangan guna membuka akses pasar baru, menyederhanakan regulasi ekspor, meningkatkan efisiensi logistik nasional, serta memperluas dukungan pembiayaan dan promosi ekspor.
"Insentif untuk investasi teknologi, transformasi digital, dan dekarbonisasi industri juga semakin penting agar produk Indonesia dapat memenuhi tuntutan pasar internasional yang semakin menekankan aspek keberlanjutan," imbuhnya.
Update Terbaru
Cara Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan PBI yang Nonaktif
Minggu / 14-06-2026, 19:56 WIB
Samsung Dominasi Pasar Ponsel Global Kuartal I 2026 Berkat Galaxy A
Minggu / 14-06-2026, 19:52 WIB
Miroslav Klose Prediksi Rekor Gol Piala Dunia Miliknya Segera Pecah
Minggu / 14-06-2026, 19:52 WIB
Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026 untuk Dorong Transaksi Digital
Minggu / 14-06-2026, 19:44 WIB
Ciri Kepribadian Orang yang Bahagia saat Hujan Turun, Tanda Kecerdasan?
Minggu / 14-06-2026, 19:44 WIB
Wisata Astronomi di Bandung Selatan: Membumikan Langit untuk Ekonomi Desa
Minggu / 14-06-2026, 19:42 WIB
Alwi Farhan Juara Australian Open 2026, Kalahkan Dong Tian Yao
Minggu / 14-06-2026, 19:40 WIB
ITB Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Kecerdasan Artifisial hingga 15 Juni 2026
Minggu / 14-06-2026, 19:40 WIB
Dani Olmo Bidik Rekor Langka Xabi Alonso di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 19:38 WIB
Cara Mudah Mengatasi Fitur DANA Cicil yang Tiba-Tiba Hilang
Minggu / 14-06-2026, 19:38 WIB
Iran dan AS Bahas Draf Nota Kesepahaman Isu Strategis
Minggu / 14-06-2026, 19:37 WIB
Hukum Suami Istri Tidur Terpisah Menurut Islam: Bolehkah?
Minggu / 14-06-2026, 19:36 WIB
Persaingan Kiper Timnas Spanyol Memanas Jelang Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 19:36 WIB
Suzuki Grand Vitara: Biaya Kepemilikan Ringan untuk Jangka Panjang
Minggu / 14-06-2026, 19:32 WIB






