Sebanyak 1.200 paket belanjaan online milik rombongan turis asal Malaysia menumpuk di lobi dan meja resepsionis sebuah hotel di Xi'an, China.

Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah agen perjalanan mereka, seperti dilansir Detik Travel pada Minggu (14/6/2026).

>>> 5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Sebagian Masyarakat Jawa

Rekaman menunjukkan petugas hotel harus bekerja ekstra keras memilah barang kiriman agar sampai ke tangan masing-masing pemiliknya.

Seorang anggota rombongan bahkan menggunakan kantong plastik besar untuk menyeret sekitar 50 paket sekaligus menuju kamarnya.

Kritik Warganet China

Meski video telah dihapus, gelombang kecaman dari warganet China tetap mengalir deras kepada rombongan turis Malaysia itu.

Aksi belanja massal dinilai sebagai tindakan egois yang tidak mempertimbangkan beban kerja staf hotel.

>>> Promo Tahun Baru Hijriah Universitas PGRI Jombang Gratiskan Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru

"Staf hotel terpaksa bekerja lembur untuk memilah dan memindahkan paket-paket tersebut, membuat mereka kelelahan. Staf bukanlah pengelola paket pribadi Anda," tulis seorang netizen.

Warganet lain menganggap pengiriman belanjaan daring dalam jumlah wajar masih bisa dimaklumi, namun menimbun ribuan barang di area resepsionis sudah sangat berlebihan.

Fenomena memanfaatkan platform belanja online seperti Taobao untuk memesan barang murah ke alamat hotel memang marak dilakukan wisatawan asing di China.

>>> Promo Tahun Baru Hijriah 1448 H Universitas PGRI Jombang Gratiskan Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru

Berbagai panduan daring dibagikan agar turis bisa mendapatkan harga ekonomis dengan layanan pengiriman langsung pada hari yang sama selama liburan.