Daya Saing Industri dan Dampak Kenaikan BI Rate terhadap Ekspor
Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Sobur menegaskan bahwa industri tidak bisa hanya bergantung pada penguatan dolar Amerika Serikat untuk meningkatkan daya saing.
Menurutnya, daya saing yang sehat harus lahir dari produktivitas, efisiensi, desain, kualitas, kepastian bahan baku, promosi pasar, dan dukungan pembiayaan yang kompetitif.
>>> Mengenal Perbedaan Asam Urat dan Rematik Agar Tidak Salah Penanganan
Sobur juga menyoroti dampak kenaikan suku bunga acuan atau BI rate yang saat ini berada di level 5,5 persen.
Ia mengatakan pasar ekspor berpotensi terdampak secara tidak langsung.
"Buyer global juga menghadapi suku bunga tinggi, perlambatan konsumsi, dan ketidakpastian geopolitik," ujarnya.
Ia menilai prospek pertumbuhan industri mebel dan kerajinan hingga akhir tahun ini tidak mudah. Industri masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Tantangan tersebut meliputi ongkos pembiayaan tinggi, kurs yang bergejolak, permintaan global yang belum sepenuhnya pulih, biaya logistik, tekanan impor, dan kebutuhan peningkatan produktivitas.
>>> Bursa Berjangka Jakarta Siapkan Kontrak Derivatif Baru untuk Lindung Nilai
Meski demikian, Sobur menyebut peluang tetap terbuka. Indonesia memiliki kekuatan bahan baku, craftsmanship, desain berbasis budaya, serta pasar ekspor yang masih besar.
"Terutama ke Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, India, dan pasar emerging lainnya," sambungnya.
Penguatan Ekosistem Industri
Secara keseluruhan, HIMKI melihat kunci pertumbuhan terletak pada penguatan ekosistem. Mulai dari hulu bahan baku, teknologi produksi, desain, branding, pameran internasional, pembiayaan ekspor, hingga diplomasi dagang.
HIMKI menilai gelaran seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indowood Expo, dan berbagai program promosi perlu menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing industri.
>>> Kemensos Buka 3.053 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
"HIMKI melihat kuncinya adalah bagaimana industri tidak berjalan sendiri," imbuh Sobur.
Update Terbaru
India Longgarkan Target Defisit Anggaran Akibat Krisis Energi Iran
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
Tracer Study UB 2025: Mayoritas Lulusan 2024 Bergaji Rp5-10 Juta per Bulan
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
Dermatolog Ungkap Mitos dan Fakta Kolagen untuk Kesehatan Kulit
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19 Persen Jadi Rp23,3 Triliun per Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:07 WIB
Wuling Buka Pemesanan Awal Aira EV, Uang Muka Rp 10 Juta
Jumat / 12-06-2026, 16:06 WIB
Kanada vs Bosnia Herzegovina di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:06 WIB
Ducati Tak Turunkan Pembalap Pengganti Marc Marquez di MotoGP Catalunya
Jumat / 12-06-2026, 16:05 WIB
Veda Ega Pratama Siap Tempur di Moto3 Catalunya 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:05 WIB
LG Ungkap Peta Jalan AI Home Menuju Ekosistem Zero Labor Home
Jumat / 12-06-2026, 16:05 WIB
Diversifikasi Portofolio Lewat Investasi Berbasis Dolar AS
Jumat / 12-06-2026, 16:04 WIB
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan Secara Online dan Offline
Jumat / 12-06-2026, 16:04 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pembatalan Serangan Militer ke Iran
Jumat / 12-06-2026, 16:04 WIB
Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham TUGU dengan Target Rp1.700
Jumat / 12-06-2026, 16:04 WIB
Pemerintah Butuh Likuiditas Masif untuk Wujudkan Janji Kampanye dan Program Prioritas
Jumat / 12-06-2026, 16:01 WIB






