Ekonom Celios Minta Moratorium Program Makan Bergizi Gratis untuk Evaluasi Total
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mendesak pemerintah untuk memberlakukan moratorium terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, penghentian sementara selama dua hingga tiga bulan lebih efektif dibandingkan sekadar memangkas anggaran atau menggeser fokus program.
>>> Turis Malaysia Kirim 1.200 Paket Belanja ke Hotel China, Staf Kewalahan
Huda menilai persoalan MBG tidak bisa diselesaikan hanya dengan efisiensi anggaran. Akar masalah terletak pada desain awal yang terburu-buru dan minim persiapan.
"Desain awal program MBG ini sudah salah dengan persiapan yang terburu-buru, tanpa persiapan yang matang.
Akibatnya program dijalankan dengan prinsip 'yang penting jalan' yang pada akhirnya membuat pelaksanaan menjadi kacau balau," ujar Huda kepada Kontan, Minggu (14/6/2026).
Ia menambahkan, persoalan yang muncul bukan hanya menu makanan yang memicu keracunan atau kualitas gizi, tetapi juga tata kelola yang tidak transparan.
"Penunjukan dapur ataupun yayasan sedari awal sangat rawan tindak korupsi karena tidak ada transparansi," katanya.
Huda menekankan bahwa transparansi penyedia makanan dan pengelola dapur adalah fondasi utama untuk menjamin kualitas program. Tanpa keterbukaan, pengawasan standar makanan sulit dilakukan.
Ia berpandangan bahwa langkah efisiensi anggaran yang ditempuh pemerintah bukan solusi tepat.
"Maka saya rasa efisiensi ini bukan jalan keluar yang paling baik, melainkan program ini seharusnya diberhentikan terlebih dahulu selama dua atau tiga bulan untuk evaluasi secara total," ujarnya.
Menurut Huda, efisiensi yang dilakukan saat ini lebih didorong oleh keterbatasan fiskal, bukan keinginan membenahi tata kelola MBG secara menyeluruh.
>>> 5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Sebagian Masyarakat Jawa
Ia mengusulkan pemerintah menghentikan sementara program sambil melakukan audit terhadap seluruh dapur yang beroperasi, termasuk menelusuri afiliasi dengan pihak tertentu di pemerintahan.
Update Terbaru
Ruben Onsu Sambut Baik Ajakan Diskusi Sarwendah, Harap Ada Titik Terang
Minggu / 14-06-2026, 18:24 WIB
Subaru Luncurkan Sambar Van Terbaru dengan Fitur Keselamatan Canggih
Minggu / 14-06-2026, 18:23 WIB
BYD M6 DM Resmi Meluncur, Siap Saingi MPV Keluarga Rp200 Jutaan
Minggu / 14-06-2026, 18:21 WIB
Folarin Balogun Cetak Rekor Piala Dunia 2026 di Tengah Sorotan Kebijakan Donald Trump
Minggu / 14-06-2026, 18:20 WIB
Mendikdasmen Paparkan Capaian MBG dan Target Revitalisasi 71.744 Sekolah
Minggu / 14-06-2026, 18:17 WIB
Tokyo Revengers Season 4 Rilis Trailer Ketiga, Hadir di Anime Expo 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:13 WIB
Liga Inggris Jeda Kompetisi Selama Juni Demi Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:13 WIB
Mario Aji Absen di Moto2 Catalunya 2026 karena Pemulihan Medis
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Menutup Aplikasi Latar Belakang HP Ternyata Bikin Baterai Boros
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Lebah Andalkan Kepakan Sayap untuk Mencegah Kepanasan Saat Terbang
Minggu / 14-06-2026, 18:12 WIB
Lee Kang-in Siap Hadapi Mantan Pelatih di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:03 WIB
Sinopsis Blue Beetle, Tayang di Bioskop Trans TV 14 Juni 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:03 WIB
Persija Jakarta Rancang Program Pramusim Bersama Shin Tae-yong
Minggu / 14-06-2026, 18:00 WIB
Investor Selektif Hambat IPO Sektor Teknologi Indonesia Semester I 2026
Minggu / 14-06-2026, 18:00 WIB






