Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengevaluasi hingga menghentikan skema insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil pada Jumat (12/6) akibat lonjakan jumlah dapur yang memicu potensi pemborosan anggaran negara.

>>> AI Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Spanyol, Prancis, atau Argentina?

Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan bahwa peninjauan ini dilakukan demi meningkatkan efisiensi pelaksanaan program di seluruh Indonesia.

"Ya, insentif Rp6 juta (per hari tiap SPPG) akan kami evaluasi," kata Nanik, Jumat (12/6).

Nanik menambahkan bahwa alokasi biaya bahan baku makanan sebesar Rp10.000 per porsi tidak terkait dengan anggaran operasional harian tersebut.

"Rp10 ribu (per porsi) itu kan bahan baku, tidak ada kaitannya dengan Rp6 juta per hari. Kita evaluasi insentif Rp6 juta supaya efisien," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa jumlah dapur MBG saat ini membengkak menjadi 27.877 titik dari target awal 21.000 titik.

Penambahan sebanyak 6.877 dapur ini menyebabkan lonjakan pengeluaran yang sangat besar.

"Nah, ada membengkak 6.877 titik. Kalau Rp6 juta satu hari, maka satu bulan ada pengeluaran lebih dari Rp1 triliun pemborosan," kata Zulhas.

>>> Amerika Serikat Hadapi Paraguay di Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026

Zulhas memproyeksikan pembengkakan dana operasional bisa menembus Rp12 triliun dalam setahun jika mekanisme penganggaran tidak segera diperbaiki.

Lonjakan jumlah dapur juga terdeteksi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dari perkiraan awal 2.000 titik menjadi 8.617 titik.

Selain masalah efisiensi, skema insentif ini juga masuk dalam radar penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG oleh Kejaksaan Agung.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief, mengonfirmasi bahwa dana operasional harian tersebut diduga ikut disalahgunakan oleh sejumlah mantan pejabat BGN yang telah berstatus tersangka.

"Kurang lebih yang Rp6 juta itu. Yang per hari kan," ujar Syarief beberapa waktu lalu.

Ketentuan insentif Rp6 juta per hari ini sebelumnya diatur lewat Keputusan Kepala BGN Nomor 244 Tahun 2025 dengan skema berbasis ketersediaan layanan.

>>> Liverpool Pecat Arne Slot Usai Musim Tanpa Gelar

Berdasarkan penjelasan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, skema ini awalnya dibuat sebagai kompensasi bagi mitra yang membangun dapur menggunakan modal investasi pribadi tanpa dana APBN.