Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji peluang pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana ini dipersiapkan sebagai alternatif solusi pengadaan pangan di wilayah tertentu.

>>> Dede Sunandar Pertahankan Pernikahan demi Anak di Tengah Proses Cerai

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa skema penataan ini ditargetkan untuk zona-zona spesifik yang dinilai tepat.

"Barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu.

Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN," ujar Prasetyo Hadi.

Jangkauan Program MBG

Per 10 Juni 2026, perluasan jangkauan program MBG telah menyasar sebagian besar target porsi murid di Indonesia.

>>> Sosok Asep Yusuf Somantri Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa sebanyak 43 juta dari total 53 juta siswa sekolah dasar dan menengah telah menerima manfaat program ini.

Angka tersebut setara dengan 80,7 persen dari total sasaran.

"Mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif, baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun motivasi belajar dan prestasi akademik," ujar Abdul Mu'ti.

Dampak positif program MBG juga diperkuat oleh hasil kajian ilmiah dari institusi pendidikan tinggi.

>>> BB TNBTS Sewakan Aset Jembatan Kaca Bromo ke Pihak Swasta

"Sudah ada penelitian dari Universitas Indonesia dan lembaga lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan capaian akademik," tambah Abdul Mu'ti.