Seorang petugas keamanan di kawasan Objek Vital Nasional Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan tewas mengambang di perairan.

Korban bernama Sumarna (40) ditemukan dalam kondisi tangan terborgol ke belakang dan masih mengenakan seragam dinas malam.

>>> Febrie Adriansyah Heran Dituduh TPPU Tanpa Kejelasan Predicate Crime

Peristiwa ini bermula ketika Sumarna melaksanakan piket malam dan tidak dapat dihubungi oleh rekan kerjanya sekitar pukul 03.00 WIB.

Rekan kerja bersama kepala satuan pengamanan kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik kawasan waduk.

Pencarian tersebut membuahkan hasil menjelang siang hari ketika tubuh korban ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Kayat.

Temuan jenazah dengan posisi telungkup dan tangan terborgol ini langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara membenarkan kondisi korban saat ditemukan oleh petugas di lapangan.

>>> Restu Penuh Orangtua Muslim Saat Mengantar Anak Menikah di Gereja

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengumpulkan barang bukti serta memeriksa para saksi.

Jenazah Sumarna awalnya dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan awal medis.

Polisi kemudian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB.

Langkah tersebut dilakukan agar Sumarna dapat menjalani otopsi guna membantu penyidik mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Hingga Minggu (26/7/2026), penyidik masih menunggu hasil otopsi lengkap serta menelusuri aktivitas terakhir korban.

Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian guna melengkapi rangkaian penyelidikan.

>>> Prosedur Resmi Pencairan Bansos BPNT 600.000 Terbaru

Selain itu, penyidik mendalami berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait peristiwa tersebut.

Salah satu informasi yang ditelusuri adalah dugaan korban sempat menegur sekelompok orang yang melakukan vandalisme di waduk.

Seorang warga bernama Warta menyebutkan korban dikenal aktif menjaga kawasan tersebut dari tindakan perusakan fasilitas umum.

Korban disebut pernah melarang orang yang melakukan aksi corat-coret di area waduk pada malam sebelum kejadian.

Kendati demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan adanya kaitan langsung antara aksi vandalisme dengan kematian korban.

>>> Mubadala DC Open Membuka Laga Griekspoor Kontra Tabilo

Penyidik masih mengandalkan hasil otopsi serta bukti-bukti akurat untuk memastikan fakta di balik peristiwa tragis ini.