Boosie Badazz kembali berurusan dengan hukum. Rapper asal Louisiana itu kini digugat oleh seorang satpam yang mengaku menjadi korban penyerangan.

Edward Iglehart II mengajukan gugatan terhadap Boosie terkait insiden yang disebut terjadi pada 24 Mei 2026 di Dome Nightclub, Houston, Texas.

>>> Larry the Cable Guy Pulang Usai Dirawat karena Radang Usus Buntu

Iglehart mengaku disewa untuk menjaga keamanan area VIP saat Boosie tampil.

Menjelang akhir acara, seorang wanita yang diduga bersama Boosie meminta izin masuk kembali ke area terbatas untuk menggunakan toilet.

Saat Iglehart mengarahkannya ke satpam lain, wanita itu disebut mulai memaki dan kemudian memukulnya. Iglehart mengaku menahan wanita tersebut dan menuntunnya pergi hingga ia jatuh.

Saat ia membungkuk untuk membantu wanita itu berdiri, Iglehart mengaku dipukul benda berat dari belakang. Ia mendapati Boosie berdiri di atasnya dengan hookah yang pecah.

Iglehart mengalami pendarahan hebat dan dilarikan ke rumah sakit.

>>> Influencer TikTok Sara Gilson Tewas, Suami Diduga Pelaku

Dalam gugatannya, ia menuntut Boosie atas tuduhan penyerangan dan pencemaran nama baik karena klaim palsu di media sosial.

Ia juga menggugat 1720 Main Street Entities, pemilik klub, karena dianggap menyajikan minuman berlebihan kepada Boosie dan tamunya sehingga menciptakan lingkungan kerja tidak aman.

Sebelumnya, Boosie ditangkap atas dugaan penyerangan ini pada Mei lalu. Pemilik klub dan promotor memberi tahu polisi bahwa wanita yang diusir Iglehart adalah keponakan Boosie.

Pengacara Boosie, Carl A. Moore, mengatakan pihaknya akan menyelidiki dan membela kliennya.

Ia meminta publik tidak menghakimi dan membiarkan proses hukum berjalan.

>>> Ugreen Luncurkan Headphone Max5s dengan LDAC, ANC 45dB, dan Baterai 112 Jam

Moore menambahkan bahwa Boosie berusaha membela kerabat wanitanya dan meredakan situasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Boosie terkait gugatan perdata tersebut.