Penyakit hepatitis yang menyerang organ hati kerap mendapatkan julukan sebagai silent killer di dunia medis.

Julukan tersebut diberikan karena kondisi peradangan ini umumnya menunjukkan gejala yang sangat ringan.

>>> Lanjutan Insentif Kendaraan Listrik Diselaraskan Proyek Mobil Lokal

Bahkan, sebagian penderita sama sekali tidak merasakan adanya gejala apa pun pada tahap awal infeksi.

Banyak orang baru menyadari keberadaan penyakit ini setelah beberapa bulan atau bertahun-tahun kemudian.

Ketika diagnosis akhirnya ditegakkan, kondisi kerusakan pada organ hati tersebut biasanya sudah cukup parah.

Mekanisme Infeksi dan Jenis Hepatitis

Istilah hepatitis sendiri secara mendasar mengacu pada kondisi peradangan yang terjadi di dalam organ hati.

Peradangan ini bisa dipicu oleh infeksi virus, paparan zat berbahaya, konsumsi alkohol, maupun racun.

Terdapat tiga jenis infeksi virus hepatitis yang paling umum dikenal luas oleh masyarakat saat ini.

Jenis tersebut meliputi hepatitis A, hepatitis B, serta infeksi virus hepatitis C yang kronis.

>>> Bentrok di Menteng Tewaskan Warga, KemenHAM Wanti-Wanti Isu SARA

Hepatitis A tergolong sangat menular tetapi umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu dua bulan.

Penyakit tipe A ini biasanya menyebar melalui kontaminasi makanan, minuman, maupun tinja penderita.

Sementara itu, hepatitis B menyebar melalui kontak darah, hubungan seks, atau berbagi jarum suntik.

Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis B dapat pulih total dalam jangka waktu enam bulan.

Di sisi lain, hepatitis C sering kali tidak menunjukkan gejala dan berisiko menjadi infeksi jangka panjang.

Infeksi tipe C ini bahkan belum memiliki ketersediaan vaksin pencegahan seperti jenis lainnya.

>>> Data Chat Claude Bocor di Google, Anthropic Beri Penjelasan Ini