Bukan Cuma Pola Makan, Perlemakan Hati Juga Dipengaruhi Faktor Lain
Perlemakan hati sering dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat. Namun, menurut para ahli, kondisi ini bersifat multifaktor dan tidak semata-mata akibat makanan.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi RSCM, Rino Alvani Gani, menjelaskan bahwa banyak hal lain yang turut memengaruhi penumpukan lemak di hati.
>>> Bos Honda Pastikan Veda Ega Tak Cedera Usai Kecelakaan di Moto3 Belanda
"Terjadinya fatty liver tidak hanya tergantung oleh makanannya, tetapi juga aktivitas, faktor metabolik, genetik, dan jumlah tidur," ujar Rino dalam diskusi media Global Fatty Liver Day 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Menurut Mayo Clinic, risiko perlemakan hati lebih tinggi pada orang dengan kelebihan berat badan, obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.
Rino menambahkan, meskipun makanan merupakan faktor besar, jenis aktivitas fisik juga berpengaruh.
Dua orang dengan pola makan sama, tetapi yang satu berolahraga dan yang lain tidak, memiliki risiko berbeda.
Mikrobiota Usus dan Polusi Udara
Penelitian terbaru mengaitkan perlemakan hati dengan mikrobiota usus.
Sebuah tinjauan dalam jurnal Frontiers in Microbiology (Juli 2025) menemukan bahwa bakteri usus berperan dalam perkembangan penyakit ini.
>>> Legislator PKB Desak Setop Latihan Militer Kopdes Merah Putih
Usus dan hati terhubung melalui gut-liver axis. Ketidakseimbangan bakteri usus dapat memicu penumpukan lemak dan peradangan hati.
Polusi udara juga menjadi faktor risiko.
Meta-analisis dalam jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety (Januari 2025) menunjukkan bahwa PM2.5, PM10, NOx, dan polusi lainnya meningkatkan risiko perlemakan hati.
Dampak polusi PM2.5 lebih besar di negara berkembang dibanding negara maju, sehingga kualitas udara buruk berkontribusi pada peningkatan kasus.
Sementara itu, faktor genetik masih diteliti.
Dicky Levenus Tahapary, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi RSCM, mengatakan bahwa dari 4.500 pasien diabetes, 50-70 persen mengalami perlemakan hati.
>>> WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Namun, penelitian di RSCM belum menunjukkan hubungan genetik yang jelas. "Faktor genetik akan diteliti lebih dalam karena bisa menjadi pendekatan ke depan," ujar Dicky.
Update Terbaru
Penguntit Gila Gunakan AI untuk Edit Foto Bayi Imajiner ke Gambar Korban
Senin / 29-06-2026, 14:29 WIB
Remaja Berulah di Waymo: Nongkrong di Jendela Robotaxi
Senin / 29-06-2026, 14:29 WIB
RUPST BEI Setujui Seluruh Agenda, Jeffrey Hendrik Pimpin Bursa hingga 2030
Senin / 29-06-2026, 14:28 WIB
Toyota Hilux EV Resmi Dijual di Indonesia, Harga Rp1 Miliar
Senin / 29-06-2026, 14:28 WIB
5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang
Senin / 29-06-2026, 14:28 WIB
Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Petani Berlangsung Sepanjang Tahun
Senin / 29-06-2026, 14:28 WIB
PDIP: Jokowi Harus Naik Kelas, Bukan Main Level Lokal di Lampung
Senin / 29-06-2026, 14:28 WIB
Captain Tsubasa vs Santana: Duel Legendaris Terwujud di Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 14:23 WIB
Timnas Voli Indonesia Raih Bonus Rp900 Juta usai Juara AVC Men's Cup
Senin / 29-06-2026, 14:23 WIB
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus, Begini Besarannya
Senin / 29-06-2026, 14:23 WIB
APEC Dorong Pariwisata Terkoneksi dan Inovatif di Makau
Senin / 29-06-2026, 14:22 WIB
Cara Mudah Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026
Senin / 29-06-2026, 14:22 WIB
Cara Hasilkan Rp175.000 dari Game Puzzle di Aplikasi Penghasil Uang 2026
Senin / 29-06-2026, 14:21 WIB
Pesawat China dan Rusia Mondar-mandir di Atas Laut Jepang, Tokyo Murka
Senin / 29-06-2026, 14:21 WIB






