Perum Bulog memastikan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani akan terus dilakukan sepanjang tahun. Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan penugasan pemerintah.

Kebijakan tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Inpres itu menugaskan Bulog memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

>>> PDIP: Jokowi Harus Naik Kelas, Bukan Main Level Lokal di Lampung

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyerapan gabah merupakan amanat pemerintah yang wajib dijalankan.

"Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun," ujar Rizal dalam keterangan tertulis.

Hingga 29 Juni 2026, Bulog mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri telah mencapai 3,24 juta ton setara beras.

Angka tersebut setara dengan 81 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang dipatok sebesar 4 juta ton.

Menurutnya, Inpres Nomor 4 Tahun 2026 menjadi landasan bagi Bulog dalam memperkuat CBP, menjaga stabilitas harga gabah, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Bulog mengakui adanya masukan dari pelaku usaha penggilingan padi mengenai kondisi pasokan gabah.

>>> Captain Tsubasa vs Santana: Duel Legendaris Terwujud di Piala Dunia 2026

Namun, perusahaan menegaskan penyerapan gabah merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan melindungi petani sebagai produsen utama pangan nasional.

"Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah.

Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan," tutur Rizal.

Bulog menegaskan bahwa keberadaannya bukan untuk bersaing dengan penggilingan padi maupun pelaku usaha lainnya. Perusahaan menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas perberasan nasional.

Selama ini Bulog juga menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah dalam pengadaan beras untuk memenuhi CBP.

>>> Timnas Voli Indonesia Raih Bonus Rp900 Juta usai Juara AVC Men's Cup

Ke depan, Bulog akan terus melaksanakan penugasan pemerintah secara profesional, transparan, dan akuntabel.