Mark Zuckerberg kembali membuat gebrakan dengan mengembangkan aplikasi prediksi baru bernama Arena. Langkah ini diambil di tengah maraknya platform taruhan prediksi seperti Polymarket dan Kalshi yang menuai kontroversi.

Menurut laporan New York Times yang mengutip dua karyawan Meta, Arena tidak akan menggunakan uang sungguhan. Sebagai gantinya, pengguna akan bertaruh dengan sistem poin layaknya video game.

>>> Nutdan LYKN Rilis Single Solo Perdana 'Tasty', Ajak Penggemar Jatuh Cinta pada Sosok yang Tepat

Keputusan ini terbilang aneh karena daya tarik utama platform prediksi justru pada peluang mendapatkan keuntungan finansial. Tanpa iming-iming uang, Arena dinilai sulit bersaing.

Meski demikian, Meta tidak menutup kemungkinan untuk menambahkan fitur taruhan uang asli di masa depan.

Namun, sumber internal mengingatkan bahwa aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan dan bisa saja tidak pernah diluncurkan.

>>> 5 Drama Korea Rating Tertinggi Minggu Keempat Juni 2026

Meta dan Produk-Produk Gagal

Arena hanyalah produk terbaru dari deretan panjang ide-ide aneh Meta.

Sebelumnya, perusahaan ini pernah meluncurkan mata uang kripto yang gagal, membayar selebriti untuk menjadi chatbot AI, dan menciptakan dunia metaverse yang dipenuhi anak-anak.

Ini bukan pertama kalinya Meta merambah bisnis prediksi. Saat pandemi COVID-19, perusahaan meluncurkan aplikasi Forecast yang juga tidak pernah populer.

>>> Prediksi Ukuran File GTA 6: Berapa GB yang Dibutuhkan?

Selain Arena, Meta juga dikabarkan sedang mengembangkan aplikasi pembuat foto berbasis AI. Namun, belum jelas apakah aplikasi tersebut akan mendapat sambutan positif di pasar yang sudah jenuh.