Cape Verde menjadi salah satu kejutan di Piala Dunia 2026. Negara debutan ini sukses melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai kisah inspiratif oleh FIFA. Pertahanan solid dan serangan balik efektif menjadi kunci utama mereka.

>>> Samsung Dikabarkan Kembangkan HP Layar Gulung Galaxy Z Slide, Target Rilis 2028

Populasi Mini, Prestasi Maksimal

Berdasarkan data World Bank 2024, populasi Cape Verde hanya 524.877 jiwa.

Jumlah itu setara dengan dua kecamatan di DKI Jakarta yang rata-rata berpenduduk 255.000 orang per kecamatan.

Meski kecil, negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika ini mampu bersaing di panggung sepak bola dunia.

>>> BEI Bongkar Strategi Redam Gejolak IHSG dan Bukukan Laba Rp1,07 Triliun

Dari Pulau Tak Berpenghuni hingga Debut Piala Dunia

Cape Verde awalnya tidak berpenghuni. Penjelajah Portugis pertama kali mendarat pada 1456 dan mendirikan permukiman tetap pada 1462.

Selama berabad-abad, kepulauan ini menjadi pos perdagangan budak transatlantik. Cape Verde baru merdeka dari Portugal pada 1975.

>>> Prediksi Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Die Mannschaft Diunggulkan

Kini, negara demokrasi multipartai yang stabil ini mencatat sejarah di Piala Dunia. Perdana Menteri saat ini adalah Francisco Carvalho yang dilantik pada 19 Juni 2026.