Prancis mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, dengan suhu di 19 kota melampaui prediksi skenario terburuk untuk tahun 2050.

Prediksi tersebut dibuat pada 2014 oleh ahli meteorologi Prancis Évelyne Dhéliat, yang memperkirakan suhu Agustus antara 79 hingga 109 derajat Fahrenheit di 34 kota.

>>> Song Hye Kyo Tampil Elegan dengan Gaun Satin di Gala Dinner Guerlain

Pada Rabu lalu, 19 dari 34 lokasi tersebut melampaui perkiraan, dan wilayah lain di Prancis tidak jauh tertinggal.

Juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia Clare Nullis mengatakan bahwa skenario tersebut hanyalah kemungkinan, bukan ramalan pasti.

Namun, ia menambahkan bahwa skenario itu didasarkan pada ilmu iklim untuk menjelaskan bagaimana kehidupan di planet yang lebih hangat.

>>> Suga BTS Dikabarkan Jadi Investor SpaceX, Nilai Investasi Melonjak

Menurut laporan Washington Post, suhu nyata mencapai 112,3 derajat Fahrenheit, melampaui prediksi hingga lebih dari 20 derajat di beberapa kota.

Gelombang panas ini terjadi saat Eropa Barat dilanda cuaca ekstrem selama seminggu.

Pada Selasa, Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah, memaksa penutupan Museum Louvre dan Menara Eiffel.

>>> Polri: Likuidasi Sepihak Aset Kripto Nasabah Bisa Dipidana

Sebelumnya pada akhir Mei, gelombang panas serupa mengganggu turnamen tenis Prancis Terbuka, menyebabkan pemain pingsan di lapangan.