Associate game director Cyberpunk 2 dari CD Projekt Red, Paweł Sasko, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi industri video game saat ini.

Dalam cuitan di Twitter, Sasko menulis, "Beberapa hari saya merasa industri kita sedang runtuh."

>>> Kloning Steam Machine Rp10 Juta di China: Antara Spek Gahar dan Kecurigaan

Pernyataan itu muncul setelah Destiny 2 studio Bungie mengalami PHK massal. Sejumlah tim Xbox Game Studios juga dikabarkan menghadapi nasib serupa.

Sasko menambahkan, "Tim dan proyek game dibantai setiap hari, sampai sulit untuk mengikutinya."

Meski demikian, CD Projekt Red masih dalam posisi merekrut. Sasko mengajak para pengembang untuk melihat lowongan di studio tersebut.

Lowongan tersedia untuk berbagai departemen, termasuk untuk The Witcher 4 dan proyek baru bernama Hadar.

>>> Let Me Fix You Anime Rilis Video Promo, Kisah Yuri tentang Cinta dan Kematian

CD Projekt Red sendiri pernah melakukan PHK sekitar 9% stafnya pada 2023. Namun, studio ini tetap vokal mengenai tren PHK di industri.

Analis QA lokalisasi CDPR, Paula Mackiewicz-Armstrong, sebelumnya juga mendorong pengembang lain untuk berserikat sebagai respons terhadap PHK di Epic Games yang mempengaruhi lebih dari 1.000 posisi.

Ia mengatakan, "Saya berharap orang lain di industri bisa memiliki hal yang sama."

>>> Profil Sandy yang Resmi Bertunangan dengan Aktor Hessel Steven: Umur, Agama dan Akun Instagram

Sementara itu, kepala studio Bungie dilaporkan hengkang setelah 16 tahun bekerja, menyusul PHK massal dan penurunan jumlah pemain Destiny 2.