Petir menyambar ikon utama Prancis, Menara Eiffel, saat badai mengamuk di Paris pada Sabtu (27/6) malam.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kilatan cahaya menghantam menara secara vertikal. Dalam rekaman itu, tampak orang-orang di sekitar menara membawa payung.

>>> Pergub NTT Larang Kendaraan Tunggak Pajak Beli BBM, Warga Protes Keras

Pengguna media sosial ramai mengunggah ulang video tersebut. "Menara Eiffel tersambar petir.

Sebuah kejadian langka yang spektakuler dan luar biasa yang bisa disaksikan beberapa orang," kata salah satu pengguna di X.

Pengguna lain turut mengunggah video dengan sudut pengambilan gambar berbeda. "Badai petir yang sangat dahsyat malam ini di langit Paris.

Menara Eiffel tersambar petir. 27 Juni 2026 via @wallapen," tulisnya dalam bahasa Spanyol.

Kenapa Eiffel Tetap Aman dari Sambaran Petir?

Meski tampak mengkhawatirkan, para ahli mengatakan menara besi setinggi 330 meter itu dirancang khusus menahan petir. Struktur besi yang menjulang menjadi jalur paling efisien bagi arus listrik.

Seluruh struktur berfungsi sebagai sangkar Faraday raksasa, prinsip yang ditemukan fisikawan Michael Faraday pada abad ke-19. Arus listrik mengalir melalui kerangka besi luar.

>>> Anthropic Buka Beasiswa AI dengan Gaji Rp1,5 Miliar per Tahun

Sistem penangkal petir dan pembumian di dasar monumen mengalirkan arus ke tanah dengan aman dalam waktu kurang dari satu detik.

Pelindung lonjakan listrik modern melindungi lift, pencahayaan, dan infrastruktur elektronik.

Demi keselamatan pengunjung, pihak berwenang memantau cuaca dengan cermat. Selama badai petir hebat, beberapa bagian menara mungkin ditutup sementara.

Sambaran petir ke Eiffel bukan pertama terjadi. Setiap tahun, menara ini dihantam lima hingga sepuluh kali kilatan.

Peristiwa ini terjadi saat Prancis tengah mengalami gelombang panas. Suhu di beberapa wilayah mencapai 40 derajat Celsius.

>>> Boy Arnez Ukir Sejarah, Pemain Indonesia Pertama Raih 4 MVP Bergengsi

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian tambahan sejak 24 Juni akibat gelombang panas ekstrem.