Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Maroko di Monterrey diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama diunggulkan untuk melaju jauh.

Pelatih Belanda Ronald Koeman menyesalkan pertemuan ini terjadi terlalu dini. Menurutnya, baik Belanda maupun Maroko layak melangkah lebih jauh dari fase gugur pertama.

>>> Hasil F1 GP Austria: George Russell Menang, Verstappen Kedua

Maroko mencatat sejarah sebagai semifinalis pertama Afrika pada Piala Dunia 2022. Sementara Belanda tersingkir di perempat final melalui adu penalti melawan Argentina.

Koeman Janjikan Permainan Menyerang

Ronald Koeman menegaskan Belanda tidak akan mengubah identitas permainan dengan bertahan. Ia berjanji timnya akan tampil ofensif sejak awal.

"Ini adalah pertandingan yang sangat penting antara dua tim yang ingin melaju sejauh mungkin.

Pertandingan seperti ini datang sedikit terlalu cepat di Piala Dunia," ujar Koeman dikutip dari Reuters.

>>> Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan dengan Kepatuhan Regulasi

"Tapi beginilah adanya dan ini akan menjadi pertandingan yang sangat menarik. Kami akan bermain secara ofensif," tegasnya.

Virgil van Dijk Respek kepada Maroko

Kapten Belanda Virgil van Dijk mengakui Maroko memiliki banyak pemain berkualitas. Ia menyebut Achraf Hakimi sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia.

Selain Hakimi, Ismael Saibari dan Brahim Diaz juga masuk dalam perhatian tim pelatih Belanda. Van Dijk memastikan Oranje telah melakukan persiapan maksimal.

>>> Bulog Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Jateng

"Mereka memiliki banyak bakat, tetapi kami juga memilikinya. Kami tahu di mana kami perlu menghentikan mereka dan kami tidak khawatir," kata Van Dijk.