Puluhan santri calon penerima beasiswa dari Kementerian Wakaf Kerajaan Maroko mengikuti tahap akhir seleksi berupa tes muqobalah. Kegiatan berlangsung di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Proses seleksi ini difasilitasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI) PBNU. Peserta yang mengikuti muqobalah merupakan santri yang telah lolos seleksi administrasi.

>>> Gus Hilmy Minta Program Latihan Militer Koperasi Merah Putih Dihentikan

Penanggung Jawab Program Beasiswa RMI PBNU, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa tes muqobalah dilakukan langsung oleh pihak Wizarat al-Awqaf melalui platform Zoom.

"Mereka yang mengikuti proses ini telah berhasil melewati seleksi administrasi Digdaya Pesantren," ujarnya dalam keterangan resmi, Ahad (28/6/2026).

Iqbal menambahkan, minat santri untuk melanjutkan pendidikan di Maroko terus meningkat. Dari sekitar 300 pendaftar pada tahap awal, sebanyak 29 santri berhasil lolos hingga tahap muqobalah.

Dukungan Penuh PBNU

PBNU menanggung seluruh kebutuhan peserta selama proses seleksi. Mulai dari pembinaan bahasa, masa inkubasi, biaya transportasi dari daerah asal menuju lokasi tes, hingga akomodasi.

"Seluruh proses tersebut, mulai dari pembinaan bahasa, masa inkubasi, biaya transportasi dari rumah asal sampai lokasi tes, hingga penginapan, semuanya ditanggung oleh PBNU," kata Iqbal.

>>> ReforMiner: Harga LNG Bisa Ditekan ke US$9/MMBtu Lewat Subsidi Silang

Program beasiswa ini juga mengusung misi kaderisasi Nahdlatul Ulama. Para penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi untuk mengabdi di pesantren asal masing-masing.

Selama menempuh pendidikan di Maroko, para mahasiswa diharapkan aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Setelah kembali ke Tanah Air, mereka diproyeksikan memperkuat kepengurusan NU di berbagai tingkatan, mulai dari MWCNU, PCNU hingga PWNU.

"Komitmen dari RMI adalah memfasilitasi santri-santri untuk menjadi penggerak NU.

>>> Vivo X Fold 6 Kini Tersedia di Giztop Mulai $1499

Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 50 penerima beasiswa yang telah lulus dan kini tengah bersiap serta berkomitmen untuk mengabdi ke pesantren masing-masing," pungkas Iqbal.