PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan beasiswa kepada 1.590 anak nasabah aktif program Mekaar dan ULaMM pada 2026.

Langkah ini merupakan upaya memperluas pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera melalui akses pendidikan.

in1

>>> Mulai Juli, AirAsia Hentikan Penerbangan Langsung Singapura-Jakarta

Program tersebut digulirkan di tengah masih tingginya angka anak yang putus sekolah akibat kendala ekonomi di Indonesia.

Data UNICEF menunjukkan sekitar 4,3 juta anak dan remaja berusia 7–18 tahun di Indonesia masih berada di luar bangku sekolah.

Risiko tersebut lebih tinggi dialami anak dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah tertinggal.

Sementara itu, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 yang dipaparkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat 20,35% anak tidak bersekolah karena alasan biaya.

Di tengah kondisi tersebut, PNM yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia menetapkan sebanyak 1.590 anak nasabah sebagai penerima PNM Scholarship 2026.

Beasiswa diberikan kepada anak-anak berprestasi dari keluarga nasabah aktif Mekaar dan ULaMM, mulai jenjang SD, SLB, hingga perguruan tinggi.

Pendidikan sebagai Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi keluarga prasejahtera.

“PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

>>> Jokowi ke Kader PSI: Hidupkan Mesin Partai, Yakin Lolos ke Senayan

Melalui PNM Scholarship, kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka,” ujar Kindaris dalam keterangannya.

Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan bagian dari pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada penguatan usaha ultra mikro, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam keluarga nasabah.