Indonesia AirAsia akan menghentikan layanan penerbangan langsung rute Singapura-Jakarta mulai 1 Juli 2026.

Keputusan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan penerbangan maskapai berbiaya hemat tersebut.

in1

>>> Jokowi ke Kader PSI: Hidupkan Mesin Partai, Yakin Lolos ke Senayan

Penumpang yang sebelumnya menikmati penerbangan non-stop kini akan dialihkan melalui Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan perubahan ini, waktu tempuh perjalanan yang tadinya kurang dari dua jam berpotensi bertambah menjadi lebih dari 10 jam, tergantung durasi transit.

Persaingan Ketat di Rute Singapura-Jakarta

Rute Singapura-Jakarta merupakan salah satu koridor penerbangan tersibuk di Asia Tenggara.

Setidaknya tujuh maskapai lain, termasuk Scoot dan Citilink, masih mengoperasikan penerbangan langsung dengan total sekitar 31 penerbangan setiap hari.

Indonesia AirAsia selama ini hanya mengoperasikan satu penerbangan langsung setiap hari untuk rute tersebut.

>>> Mau Kasur Baru Harga Miring? Beli di Transmart Full Day Sale Aja

CEO AirAsia X Group Bo Lingam mengatakan perusahaan tengah mengoptimalkan jaringan dengan mengalihkan kapasitas ke rute yang memiliki permintaan lebih tinggi.

Kenaikan harga bahan bakar pesawat akibat konflik di Timur Tengah turut menjadi pertimbangan dalam penghentian layanan ini.

Sebagai gantinya, AirAsia akan memanfaatkan jaringan penerbangan transit melalui Kuala Lumpur dan hub lainnya.

Analis penerbangan independen Brendan Sobie menilai langkah ini berpotensi mengurangi daya saing AirAsia di rute tersebut.

>>> Jadwal Siaran Langsung Yordania vs Argentina di Piala Dunia 2026

Menurutnya, kecil kemungkinan penumpang memilih penerbangan transit jika masih ada puluhan penerbangan langsung setiap hari.