Maroko akan menghadapi Belanda dalam laga babak 32 besar Piala Dunia yang sangat dinantikan.

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sama-sama mengoleksi tujuh poin di fase grup dan berada di peringkat 10 besar FIFA.

>>> 200+ Link Download Game PPSSPP ISO Ukuran Kecil untuk Android

Laga ini digelar di Monterrey, Meksiko, kota yang memiliki ikatan sejarah dengan Maroko.

Pada Piala Dunia 1986, Monterrey menjadi markas utama Maroko saat mereka menjadi negara Afrika pertama yang lolos dari fase grup.

Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu mereka mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal.

Sebelumnya, Maroko juga menguji kekuatan melawan Brasil di laga pembuka Grup C, yang berakhir imbang 1-1.

Makna Sosial dan Budaya

Pertandingan ini memiliki makna lebih dari sekadar olahraga.

Sejak tahun 1960-an, banyak warga Maroko yang bermigrasi ke Belanda, dan kini beberapa pemain keturunan Belanda memilih membela Maroko.

Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine adalah contoh pemain yang lahir dan besar di Belanda sebelum bergabung dengan Timnas Maroko.

Amrabat bergabung sejak Piala Dunia U-17 2013, Mazraoui di level U-20, dan Salah-Eddine beberapa bulan sebelum Piala Afrika terakhir.

>>> Maroko Hadapi Belanda di Laga Knokout Piala Dunia yang Sarat Sejarah

Maroko juga terus menghasilkan pemain muda berbakat, seperti gelandang berusia 18 tahun Ayyoub Bouaddi yang tampil impresif melawan Brasil.

Hassan Bahara, seorang penulis dan jurnalis Maroko-Belanda, mengatakan, "Sayang sekali dua negara sepak bola hebat bertemu begitu awal di fase gugur.

Saya berharap mereka bertemu nanti, setelah keduanya menunjukkan kemampuan mereka."