Maroko akan menghadapi Belanda dalam laga babak 32 besar Piala Dunia yang sangat dinantikan.

Pertandingan ini berlangsung di Monterrey, Meksiko, tepat 32 tahun setelah pertemuan resmi pertama kedua tim.

>>> 200+ Link Download Game PPSSPP ISO Ukuran Kecil, Hemat Memori

Monterrey memiliki kenangan istimewa bagi Maroko.

Kota itu menjadi markas utama saat mereka menjadi negara Afrika pertama yang lolos dari fase grup pada Piala Dunia 1986.

Tim asuhan Walid Regragui datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu mereka mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal.

Laga ini menjadi satu-satunya pertandingan babak 32 besar yang mempertemukan dua tim yang sama-sama mengoleksi tujuh poin di fase grup.

Keduanya juga berada di peringkat 10 besar FIFA.

Sebelumnya, Maroko menguji kekuatan melawan Brasil di laga pembuka Grup C dan bermain imbang 1-1.

Ikatan Budaya dan Migrasi

Pertandingan ini memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam. Migrasi warga Maroko ke Belanda sejak 1960-an telah menciptakan hubungan kuat antara kedua negara.

Beberapa pemain Belanda kelahiran Maroko memilih membela Atlas Lions. Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine adalah contohnya.

Amrabat bergabung dengan tim U-17 Maroko pada 2013, Mazraoui di level U-20, dan Salah-Eddine beberapa bulan sebelum Piala Afrika terakhir.

>>> 25 Link Download Mod Bussid Map Terlengkap, dari Desa hingga Jalur Ekstrem

Maroko juga menunjukkan konsistensi dengan memenangkan Piala Afrika tahun ini.

Sistem pembinaan muda mereka terus menghasilkan pemain seperti gelandang 18 tahun Ayyoub Bouaddi yang tampil impresif melawan Brasil.

"Sayang sekali dua negara sepak bola hebat bertemu begitu awal di fase gugur," kata Hassan Bahara, penulis dan jurnalis Maroko-Belanda.